INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, belum mereda, di tengah situasi itu, keberadaan sejumlah galon berisi pertalite di sebuah Pertamini kawasan Bundaran Tudung Saji justru menarik perhatian warga.
BBM tersebut dijual secara eceran dengan harga rp20.000 per liter. Namun, bukan soal harga yang menjadi sorotan. Warga mempertanyakan bagaimana pengecer itu masih memiliki stok dalam jumlah cukup ketika masyarakat menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM di SPBU.
Sejumlah galon yang terlihat terisi penuh menimbulkan tanda tanya. Pemandangan tersebut kontras dengan kondisi di SPBU, tempat pengendara rela mengantri panjang demi mendapatkan bahan bakar.
Seorang warga Pangkalan Bun, Rahman, mengatakan dirinya sempat terkejut ketika melihat stok BBM dalam galon tersebut. Menurut dia, kondisi itu wajar di pertanyakan karena terjadi saat masyarakat sedang menghadapi kesulitan memperoleh BBM.
“Kalau masalah harga pertalite rp20.000 Saya tidak mempermasalahkan karena memang dijual eceran. Yang menjadi perhatian Saya justru tumpukan galon berisi BBM,” kata Rahman, Sabtu (1/8/2026).
Rahman berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan mengenai sumber pasokan BBM yang dijual di pengecer tersebut. Menurut dia, keterbukaan penting agar tidak muncul dugaan atau spekulasi di tengah keresahan masyarakat.
Persoalan ini kemudian menjadi pembicaraan warga. Mereka mempertanyakan perbedaan kondisi antara pengecer yang masih memiliki stok dengan masyarakat yang harus mengantri lama di SPBU untuk mendapatkan BBM.
Di sisi lain, Pertamina menyatakan pengawasan terhadap distribusi BBM terus dilakukan. Sales Branch Manajer ll Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Lucky Haryanto, menegaskan SPBU yang terbukti melanggar standar operasional prosedur (SOP) akan dikenai tindakan.
“Apabila ditemukan SPBU yang melanggar sop maka akan kami lakukan tindakan. Kita masih berulang kali melakukan kesalahan, izinnya dapat dicabut dan operasionalnya ditutup,” ujar Lucky.
Kepolisian juga meningkatkan pengawasan di sejumlah SPBU di Kotawaringin Barat untuk mengantisipasi praktek pelangsiran BBM. Kasatsamapta Polres Kotawaringin Barat Iptu Cecep Lang Buana mengatakan pihaknya telah membentuk tim memantau di SPBU. Polisi juga telah mengamalkan sejumlah orang yang diduga melakukan penaksiran untuk mengambil keuntungan dari situasi kelangkaan BBM.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian