INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai mendorong lahirnya tenaga kerja lokal yang siap bersaing di sektor industri melalui program pelatihan berbasis kompetensi. Bersama PLN UPP KLB 3 Palangka Raya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kobar menggelar pelatihan pengelasan atau welding bagi masyarakat Desa Purbasari.
Pelatihan berlangsung pada 12 hingga 22 Mei 2026 dan dilanjutkan dengan Uji Kompetensi Welder SMAW 2F pada 23 Mei 2026. Uji kompetensi tersebut menghadirkan assessor dari LSP BBPVP Bekasi guna memastikan kemampuan peserta memenuhi standar industri kerja profesional.
Kepala Disnakertrans Kobar, Yudhi Hudaya, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari gerakan “Kobar Siap Kerja Industri”. “Langkah itu diarahkan untuk membangun sumber daya manusia lokal yang terampil, kompeten, dan siap memasuki dunia kerja modern,” ujarnya, Kamis (14/5).
Ia menilai program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR kini tidak lagi sekadar berbentuk bantuan sosial, tetapi mulai bergerak pada pembangunan kualitas manusia. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dinilai penting, terutama di tengah meningkatnya pembangunan infrastruktur, energi, dan investasi industri di Kalimantan yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi teknis pengelasan, tetapi juga pendampingan praktik langsung dari instruktur kompeten. Mereka dipersiapkan menghadapi sertifikasi kerja sebagai bekal memasuki sektor industri, konstruksi, hingga energi yang terus berkembang di wilayah Kalimantan.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dari pembangunan sehingga peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi prioritas agar peluang kerja semakin terbuka luas,” jelas Yudi.
Gerakan “Kobar Siap Kerja Industri” selanjutnya diarahkan pada pengembangan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi tenaga kerja, pemagangan industri, kemitraan CSR perusahaan, hingga penempatan kerja produktif.
Selain welding, sektor prioritas yang akan dikembangkan meliputi kelistrikan industri, operator alat berat, teknik konstruksi, teknologi manufaktur, dan keterampilan kerja berbasis industri lainnya dengan semangat “Terampil, Bersertifikat, Siap Kerja”.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian