INTIMNEWS.COM, KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan didorong tidak hanya memperbaiki tata kerja birokrasi, tetapi juga membenahi cara berkomunikasi dengan masyarakat.
Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, mengatakan transformasi birokrasi harus menyentuh berbagai aspek pemerintahan. Salah satunya adalah bagaimana pemerintah menyampaikan kebijakan dan program kepada masyarakat.
Menurut Ahmad, birokrasi yang modern tidak cukup hanya ditandai dengan pelayanan yang lebih cepat dan prosedur yang lebih sederhana. Keterbukaan informasi juga menjadi bagian penting dalam membangun pemerintahan yang responsif.
“Transformasi birokrasi bukan hanya bagaimana pemerintah bekerja, tetapi juga bagaimana pemerintah menyampaikan apa yang dikerjakan kepada masyarakat,” ujar Ahmad. Rabu 2 September 2026.
Ia menilai masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai berbagai program pemerintah. Dengan informasi yang mudah dipahami, publik dapat mengetahui tujuan kebijakan sekaligus manfaat yang ingin dicapai.
Karena itu, komunikasi publik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses transformasi birokrasi. Pemerintah tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mampu menjelaskan pekerjaan tersebut kepada masyarakat.
Ahmad mengatakan media memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Informasi mengenai program maupun kebijakan dapat disampaikan secara lebih luas melalui pemberitaan media.
“Media menjadi salah satu pilar penting untuk membangun komunikasi tersebut,” katanya.
Menurut dia, keterbukaan komunikasi juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Publik membutuhkan informasi yang akurat agar tidak hanya mengetahui kebijakan, tetapi juga memahami alasan di balik kebijakan tersebut.
Ia menambahkan, keberhasilan pemerintah tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Kemampuan pemerintah memastikan masyarakat memahami program tersebut juga menjadi bagian dari keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan.
Orang nomor satu di kabupaten yang berjuluk kota Gawi Hantatiring itu mengatakan, perubahan pola kerja dan pola komunikasi harus berjalan bersamaan. Birokrasi yang semakin modern perlu didukung cara penyampaian informasi yang lebih terbuka, sederhana, dan mudah diterima masyarakat.
Pemerintah juga perlu membuka ruang bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan program yang sedang dijalankan. Dengan demikian, komunikasi tidak berlangsung satu arah, melainkan dapat menjadi bagian dari proses partisipasi publik.
Bupato berharap transformasi birokrasi di Kabupaten Seruyan tidak berhenti pada perubahan administratif. Perubahan tersebut diharapkan turut membangun hubungan yang lebih dekat antara pemerintah dengan masyarakat melalui pelayanan dan komunikasi publik.
“Pemerintahan yang modern harus mampu bekerja dengan baik sekaligus memastikan masyarakat mengetahui, memahami dan dapat mengawasi apa yang dikerjakan pemerintah,” tegasnya.
Penulis : Ahmad
Editor : Maulana Kawit