INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, secara resmi membuka Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2025 yang berlangsung di kawasan GOR Indoor Serbaguna, Palangka Raya, pada Senin malam, 16 Mei 2025.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah, dengan menampilkan beragam kesenian dan budaya daerah dari seluruh kabupaten/kota se-Kalteng, serta dimeriahkan penampilan dari Provinsi Kalimantan Timur sebagai tamu kehormatan.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya FBIM sebagai ajang mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita ingin FBIM ini tidak sekadar menjadi tontonan budaya, tapi juga menjadi ruang edukasi dan pemahaman nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur kita. Semangat Rumah Betang dan falsafah Belum Bahadat adalah akar yang menyatukan kita sebagai orang Kalteng,” kata Gubernur Agustiar Sabran.
Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada level seremoni, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memperkuat jati diri masyarakat.
“Kita ingin generasi muda mencintai budaya lokal, menjadikannya identitas, dan membawanya sebagai kekuatan dalam menghadapi perubahan global,” tegasnya.
Festival tahun ini mengangkat tema “Merajut Harmoni dalam Keberagaman Menuju Kalteng Semakin BERKAH”. Sejumlah lomba budaya, pawai, bazar UMKM, dan pertunjukan seni daerah akan berlangsung selama sepekan ke depan.
Pembukaan acara juga ditandai dengan pemukulan katambung (gendang khas Dayak) oleh Gubernur, didampingi jajaran Forkopimda dan tamu undangan lainnya sebagai simbol dimulainya festival budaya akbar ini.
Acara ini mendapat sambutan antusias dari ribuan masyarakat yang memadati arena kegiatan sejak sore hari. Mereka terlihat antusias menyaksikan atraksi budaya dan pentas seni yang sarat nilai adat dan tradisi.
Melalui FBIM 2025, Pemerintah Provinsi Kalteng berharap budaya lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan menjadi kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Penulis : Redha
Editor : Maulana Kawit