INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat dukungan tambahan dari pemerintah pusat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan satu unit helikopter dari Rusia untuk membantu pemadaman melalui operasi water bombing.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengatakan, bantuan tersebut diberikan melalui kerja sama pemerintah Indonesia dengan Rusia dan dikoordinasikan BNPB.
“Ya, kita ada bantuan dari negara Rusia melalui kerja sama pemerintah, dalam hal ini BNPB. Helikopter Rusia ini akan diperbantukan untuk penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah,” ujarnya, Rabu, 16 September 2026.
Helikopter tersebut akan digunakan untuk memperkuat pemadaman dari udara. Bantuan itu sebelumnya diinformasikan mulai diperbantukan pada pertengahan September 2026.
Agustiar juga menjelaskan mengenai bantuan dari Jepang yang diarahkan ke Kalimantan Barat. Penempatan dukungan tersebut berkaitan dengan kondisi kebakaran yang terjadi di wilayah tersebut.
“Memang penanganan Karhutla di Indonesia, untuk kebakaran terbesar itu di Kalbar,” katanya.
Sementara itu, jumlah titik panas di Kalteng saat ini berada di peringkat kesembilan secara nasional. Posisi tersebut berbeda dibandingkan periode sebelumnya ketika Kalteng kerap berada di peringkat teratas.
“Kalau kita sekarang masih di urutan 9. Padahal kita biasanya nomor satu,” ucap gubernur.
Meski jumlah hotspot menurun, Agustiar mengingatkan bahwa titik panas yang terpantau satelit belum bisa langsung dianggap sebagai kebakaran. Setiap titik tetap perlu diverifikasi di lapangan.
Karena itu, pemerintah tetap meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan. Luas wilayah Kalteng dan riwayat karhutla membuat pencegahan tetap diperlukan meski posisi hotspot saat ini berada di bawah sejumlah provinsi lain.
Kehadiran helikopter bantuan BNPB tersebut diharapkan memperkuat penanganan dari udara, terutama untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani dengan peralatan dan personel dari darat.
Agustiar menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan secara maksimal agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
“Yang penting kita harus terus mengantisipasi dan menangani Karhutla ini secara maksimal,” pungkasnya.
Editor: Andrian