INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Koordinasi pengelolaan lingkungan di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali diperkuat. Pemerintah provinsi dan kabupaten mulai merapatkan barisan menghadapi tantangan lingkungan yang kian kompleks.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalteng menerima audiensi dari jajaran DLH Kabupaten Kapuas di Aula DLH Kalteng, Jumat, 6 Februari 2026. Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu berlangsung dalam suasana terbuka.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DLH Kalteng Joni Harta, Sekretaris DLH, para kepala bidang, serta pimpinan Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan dan pengelola limbah medis.
Forum ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menyamakan arah kebijakan. Fokus utama pembahasan mencakup pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan hidup.
Joni menekankan pentingnya kolaborasi yang harmonis antarlevel pemerintahan. Menurut dia, tanpa sinergi yang kuat, implementasi kebijakan lingkungan akan berjalan tidak optimal.
“Harmonisasi kebijakan menjadi kunci agar regulasi lingkungan berjalan selaras dan memberi kepastian hukum bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” kata Joni.
Selain itu, ia mendorong optimalisasi layanan melalui pemanfaatan fasilitas secara bersama. Salah satunya penggunaan Laboratorium Lingkungan untuk meningkatkan kualitas dan akurasi data.
Data lingkungan yang akurat, menurut dia, menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan. Tanpa dukungan data yang kuat, upaya pengendalian lingkungan berisiko tidak tepat sasaran.
Joni juga menyoroti pentingnya pertukaran informasi secara intensif. Ia menilai komunikasi terbuka antarinstansi menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
“Koordinasi yang solid akan membantu menjaga kualitas lingkungan, baik di Kabupaten Kapuas maupun Kalimantan Tengah secara umum,” ujarnya.
Melalui audiensi ini, pemerintah berharap terbangun kesamaan visi dalam pengelolaan lingkungan. Dengan begitu, upaya perlindungan lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Editor: Andrian