INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (1/9/2025), berlangsung tegang setelah massa menolak pemberian bunga dari aparat kepolisian dan berupaya menerobos barikade keamanan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa yang dipimpin David Kindangen semula menggelar orasi menolak tindakan represif aparat. Suasana memanas ketika sejumlah anggota kepolisian memberikan bunga kepada peserta aksi. Namun, pemberian itu ditolak mentah-mentah.
“Untuk apa bunga ini. Kami tidak tahu maksud pemberian kalian,” teriak salah seorang demonstran sambil melempar bunga ke arah barisan polisi.

Massa kemudian melanjutkan tuntutan mereka agar Ketua DPRD Kotim Rimbun dan Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menemui mereka secara langsung untuk berdialog.
Situasi kian memanas ketika massa mendesak agar Ketua DPRD segera hadir di hadapan publik. Mereka bahkan berusaha mendorong barikade aparat di pintu gerbang utama DPRD.
“Ketua DPRD harus berani hadir di hadapan masyarakat, jangan bersembunyi. Aspirasi kami harus didengar secara terbuka,” tegas Baharudin, salah seorang orator aksi.
Aparat kepolisian yang berjaga memperketat barikade untuk mencegah massa memasuki area gedung. Kendati demikian, pengunjuk rasa tetap bertahan di lokasi sambil meneriakkan tuntutan agar pimpinan dewan hadir menyampaikan sikap resmi.
Hingga berita ini disiarkan, massa aksi masih berkumpul di depan Gedung DPRD Kotim. Mereka menyatakan tidak akan membubarkan diri sebelum Ketua DPRD bersama Kapolres menemui dan berdialog langsung dengan mereka.
(Okta)
Editor : Maulana Kawit