INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Kalimantan Tengah (Kalteng), Aisyah Tisyah Agustiar Sabran bersama bersama pengurus masa bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan. Acara ini digelar di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin 11 Agustus 2025, dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, termasuk Kapolda, Danrem, Kabinda, serta Ketua Pengurus Pusat YKI, dr. Aru Wicaksono.
Dalam sambutannya, Aisyah mengingatkan kembali sejarah panjang YKI yang berdiri pada 17 April 1977 dan telah lama berkiprah di bidang kemanusiaan dan kesehatan. YKI Kalteng sendiri sempat vakum enam tahun akibat pandemi, sebelum kembali diaktifkan pada 2019. “Peran manusia Indonesia meningkatkan Indonesia sehat dan menuju Kalteng yang sehat menjadi komitmen kita bersama,” ujarnya.
Aisyah menuturkan, kanker payudara masih menjadi kasus tertinggi di Kalteng, diikuti kanker serviks. YKI Kalteng berkomitmen mendukung pemerintah melalui berbagai program skrining, edukasi, dan penyuluhan. “Kita ingin masyarakat memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup untuk mengakses layanan kesehatan berkualitas,” tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting, baik dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, maupun organisasi masyarakat. Ia mencontohkan, TP PKK Kalteng tahun ini telah melakukan skrining kepada 180 orang dalam program “Semangat Lawan Kanker”. “Kita ingin Kalteng bebas kanker dan masyarakatnya sejahtera. Jangan ragu berkonsultasi ke dokter,” pesan Aisyah.
Ketua Pengurus Pusat YKI, dr. Aru Wicaksono Sudoyo, menyatakan optimistis YKI Kalteng dapat bergerak cepat dan efektif dengan dukungan penuh dari Gubernur Kalteng. “Dalam hati saya sangat gembira, karena ini sangat dibutuhkan masyarakat. Yayasan ini tujuannya untuk menjawab tantangan, meningkatkan edukasi, dan memperluas jangkauan layanan,” ujarnya.
Aru menekankan bahwa peran duta YKI adalah memberikan komunikasi yang mengedukasi masyarakat, bukan menakut-nakuti. “Saat ini penyakit tidak menular, seperti kanker payudara, serviks, paru, hati, dan kanker usus besar, menunjukkan peningkatan. Gaya hidup yang tidak sehat ikut memicu kasus ini,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini, terutama sebelum kanker masuk ke stadium lanjut. “Kanker dapat disembuhkan bila terdeteksi sejak dini. Kemungkinan sembuh pada stadium satu itu 80%. Ini yang harus kita sosialisasikan,” tegasnya.
YKI Pusat saat ini juga bekerja sama dengan yayasan di Singapura untuk pelatihan perawatan pasien kanker. Langkah ini diharapkan meningkatkan kapasitas relawan dan tenaga kesehatan dalam pendampingan pasien.
Aru menambahkan, tantangan besar ke depan termasuk menghadapi bonus demografi 2030 dan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. “Dengan koordinasi yang baik, tantangan ini bisa diatasi, sehingga layanan edukasi dan deteksi kanker bisa menjangkau masyarakat di seluruh wilayah,” ujarnya.
Acara pengukuhan ini diakhiri dengan peneguhan komitmen bersama antara YKI Kalteng, pemerintah daerah, dan mitra strategis untuk memperluas skrining, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memperkuat layanan kanker di Kalteng.
Penulis Redha
Editor Andrian