INTIMNEWS.COM, SAMPIT – SMP Tunas Agro terus memantapkan langkah menuju predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Berbagai program lingkungan dijalankan, salah satunya melalui kampanye peduli lingkungan yang melibatkan para siswa kader Adiwiyata.
Di bawah terik matahari, para siswa membentangkan spanduk berisi pesan-pesan kepedulian terhadap lingkungan di kawasan Tugu Jelawat Sampit dan Pantai Ujung Pandaran, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kegiatan tersebut bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Ketua Tim Adiwiyata SMP Tunas Agro, Herman Nurjaman, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Adiwiyata sekolah yang melibatkan sekitar 60 siswa kader lingkungan.
“Kader Adiwiyata dibagi ke dalam lima kelompok kerja (pokja), yaitu Pokja Konservasi Air, Pokja Sanitasi dan Drainase, Pokja Konservasi Energi, Pokja 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan Pokja Inovasi,” ujar Herman.

Menurutnya, kampanye tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah, tetapi juga memperkenalkan keberadaan bank sampah yang dimiliki SMP Tunas Agro.
“Kami ingin membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan, pengolahan sampah, dan pemilahan sampah. Selain itu, kami juga menginformasikan bahwa SMP Tunas Agro memiliki bank sampah yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyetorkan sampah yang masih memiliki nilai guna,” jelasnya.
Herman menuturkan, program Adiwiyata di SMP Tunas Agro diawali dengan penyusunan Program Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Dalam pelaksanaannya, sekolah melibatkan seluruh warga sekolah serta masyarakat sekitar agar turut mendukung program tersebut.
Ia menegaskan, pendidikan lingkungan menjadi fokus utama sekolah. Para siswa terus diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan, melakukan penghijauan, serta menghemat penggunaan air dan listrik.
“Yang paling penting adalah menanamkan kecintaan terhadap lingkungan kepada siswa sejak dini. Mereka harus memahami pentingnya kebersihan, penghijauan, serta penghematan sumber daya,” katanya.
Upaya penghijauan, lanjut Herman, telah dilakukan sejak lama. Program tersebut menjadi salah satu faktor yang mengantarkan SMP Tunas Agro meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten dan provinsi.
Sementara itu, untuk mengurangi sampah plastik, sekolah membiasakan siswa membawa botol minum atau tumbler dari rumah. Pihak sekolah juga menyediakan galon air minum di area dekat kantin agar siswa dapat mengisi ulang kebutuhan air minumnya.
Selain itu, SMP Tunas Agro telah memiliki alat pencacah sampah organik yang digunakan untuk memproduksi kompos padat. Produk kompos tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan penghijauan sekolah, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi sekolah maupun kelompok kerja yang mengelolanya.
“Kami berharap program ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjaga dan merawat lingkungan. Mudah-mudahan pada Juli mendatang SMP Tunas Agro dapat meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional,” pungkas Herman. (**)
Editor: Andrian