INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Tengah (Kalteng) tetap menjadi prioritas pemerintah pusat dalam program pendidikan.
Hal itu disampaikan Fajar usai mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu, 2 Mei 2026 lalu.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap Kalteng tidak lepas dari kondisi geografis wilayah yang masih memiliki banyak kawasan 3T dan membutuhkan dukungan infrastruktur pendidikan.
“Khusus untuk daerah-daerah 3T dan sekolah-sekolah yang rusak berat, itu tentu menjadi prioritas kami,” kata Fajar.
Ia menegaskan, fokus pemerintah pusat saat ini tetap diarahkan pada tiga sasaran utama dalam program pendidikan nasional.
“Fokus kami tiga, pertama sekolah-sekolah yang rusak berat, yang kedua sekolah di daerah 3T, kemudian juga sekolah-sekolah yang terdampak bencana,” ujarnya.
Fajar mengungkapkan, skema itu dibuat agar bantuan pendidikan benar-benar menyasar daerah yang paling membutuhkan intervensi pemerintah.
Ia mengatakan Kalteng menjadi salah satu daerah yang masuk dalam perhatian, karena masih memiliki tantangan akses pendidikan di sejumlah wilayah.
Selain itu, ia juga menilai komitmen Pemprov Kalteng menjadi nilai tambah yang memperkuat peluang daerah mendapat dukungan lebih besar dari pusat.
“Semakin besar komitmen daerah, tentu pusat juga memberikan kolaborasi yang lebih besar juga,” jelasnya.
Daerah 3T, lanjutnya, harus menjadi prioritas agar kesenjangan pendidikan bisa diperkecil secara bertahap.
Ia menegaskan, pemerintah pusat akan terus mendorong agar anak-anak di wilayah terpencil tetap mendapat akses pendidikan yang layak dan setara.
Editor: Andrian