INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, membuka peluang penambahan porsi revitalisasi sekolah untuk Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 2026.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai usai menghadiri upacara Hari Pendidikan Nasional di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Sabtu, 2 Mei 2026.
Fajar mengatakan, pemerintah pusat melihat Kalteng sebagai daerah yang serius membangun sektor pendidikan, sehingga peluang penambahan bantuan infrastruktur pendidikan cukup terbuka.
“Kami datang ke Provinsi Kalimantan Tengah juga akan mengunjungi beberapa daerah, termasuk salah satunya melakukan peresmian revitalisasi sekolah-sekolah yang kami bantu di tahun 2023,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun lalu pemerintah pusat mengalokasikan anggaran besar untuk perbaikan sekolah rusak di seluruh Indonesia.
“Secara total keseluruhan, pemerintah tahun lalu mengalokasikan anggaran Rp16,9 triliun untuk membantu sekitar 16.000 lebih jumlah sekolah yang rusak berat, termasuk juga kelas-kelas baru,” katanya.
Ia mengungkapkan, jika Kalteng mendapat porsi bantuan cukup besar dan tahun ini peluang penambahannya masih terbuka.
“Termasuk di Provinsi Kalimantan Tengah, alhamdulillah juga kita mendapatkan bantuan cukup besar dari kami,” jelasnya.
Fajar mengatakan, pihaknya juga menangkap aspirasi dari Dinas Pendidikan Kalteng agar jumlah sekolah penerima manfaat tahun ini bisa ditambah.
“Kami mendengar dari Kepala Dinas ada harapan agar tahun ini bisa dinaikkan jumlah penerima manfaatnya di provinsi ini. Tentu ini kami apresiasi dan kita siap berkolaborasi,” ucapnya.
Ia menyebut anggaran revitalisasi sekolah tahun ini juga berpotensi meningkat, seiring arahan Presiden untuk memperluas cakupan sekolah penerima bantuan.
“Yang sudah diamankan di pagu itu Rp14 triliun. Tadinya akan mencakup sekitar 11.000 lebih sekolah yang akan direnovasi. Tetapi Bapak Presiden memberikan tambahan jumlah sekolah yang akan direvitalisasi tahun ini yang kemungkinan besar angkanya mencapai 70.000 sekolah,” ungkapnya.
Dengan tambahan itu, Fajar menilai Kalteng berpeluang mendapat porsi lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
“Dengan itu tentu daerah seperti Kalimantan Tengah bisa mendapatkan porsi yang lebih besar dibanding tahun yang lalu,” pungkasnya.
Editor: Andrian