website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Udara Memburuk, Sejumlah Sekolah di Pangkalan Bun Mulai Terapkan PJJ

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Sejumlah sekolah di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat, Selasa (2/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi siswa dan warga sekolah dari paparan asap. Sekolah diminta menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar, Muhammad Alamsyah, mengatakan sekolah dapat melakukan penundaan jam masuk apabila kondisi udara belum memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara aman.

Menurut Alamsyah, apabila hingga pukul 09.00-10.00 WIB kondisi udara masih belum memungkinkan, satuan pendidikan dapat mengambil langkah menerapkan PJJ. Kebijakan tersebut bersifat tentatif dan fleksibel sesuai kondisi kedaruratan serta kualitas udara di masing-masing wilayah.

Pasang Iklan

Dikbud Kobar juga memberikan kesempatan kepada orang tua atau wali murid untuk tidak mengantar anak ke sekolah apabila kondisi udara dinilai sangat membahayakan kesehatan. Orang tua diminta menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak sekolah agar sistem pembelajaran dapat disesuaikan.

“Utamakan keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah,” demikian arahan Dikbud Kobar dalam menyikapi kondisi kabut asap akibat karhutla yang terjadi saat ini.

Untuk mengurangi risiko paparan asap, siswa, guru, dan tenaga kependidikan juga diimbau menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, memperbanyak minum air putih, serta menghindari aktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap sedang tebal.

Kondisi udara yang menjadi dasar penyesuaian pembelajaran tersebut juga mendapat perhatian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Iskandar, kualitas udara Kobar pada Rabu (2/9/2026) pagi berada dalam kategori BERBAHAYA.

Forecaster on Duty BMKG Kobar, Ni Kadek Trisna Dewi, S.Tr., mengatakan konsentrasi PM2.5 terpantau mencapai 615,3 mikrogram per meter kubik (μg/m³). Kondisi udara mulai terpantau tidak sehat sejak sekitar pukul 04.00 WIB dan memburuk hingga berstatus berbahaya setelah pukul 06.00 WIB.

Dengan kondisi tersebut, pelaksanaan pembelajaran di sekolah menjadi salah satu aktivitas yang perlu disesuaikan. Penerapan PJJ di sejumlah sekolah Pangkalan Bun diharapkan dapat mengurangi paparan asap terhadap siswa, sembari tetap memastikan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan.

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!