website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

BMKG Prediksi Kekeringan Bayangi Seluruh Kobar hingga Oktober, Curah Hujan Diprakirakan Rendah

INTIMEWS.COM, PANGKALAN BUN – Ancaman kekeringan diprediksi membayangi seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, hingga Oktober 2026. BMKG menyebut seluruh wilayah Kobar berpotensi mengalami kekeringan meteorologis seiring prakiraan curah hujan yang rendah.

Peringatan tersebut berdasarkan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis (PDKM) yang berlaku pada Dasarian III Agustus 2026. Potensi tersebut juga terlihat dalam prakiraan Indeks Presipitasi Terstandarisasi (SPI) tiga bulanan untuk periode Agustus-Oktober 2026.

Berdasarkan data indeks presipitasi, seluruh wilayah Kobar masuk dalam indikasi potensi kekeringan meteorologis. Artinya, berdasarkan parameter cuaca, wilayah Kobar berpotensi mengalami kondisi kering akibat rendahnya curah hujan.

Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat, Ni Kadek Trisna Dewi, mengatakan indikator tersebut merupakan gambaran potensi kekeringan berdasarkan kondisi meteorologis, khususnya curah hujan.

Pasang Iklan

“Artinya berdasarkan parameter cuaca, berpotensi mengalami kekeringan karena curah hujan yang rendah,” kata Ni Kadek Trisna Dewi, Rabu (2/9/2026).

Meski seluruh wilayah Kobar masuk dalam potensi kekeringan meteorologis, kondisi di lapangan belum tentu sama. Tingkat dampak kekeringan dapat berbeda karena dipengaruhi sejumlah faktor di luar kondisi cuaca.

“Potensi ini bisa berbeda karena di luar faktor cuaca, misalnya tinggi rendah tempat, jauh dekatnya tempat dengan sungai, padat atau tidaknya penduduk dan lain-lain,” ujarnya.

Faktor geografis dan kedekatan dengan sumber air dapat membuat tingkat kerentanan setiap wilayah berbeda. Begitu pula dengan kepadatan penduduk yang berkaitan dengan kebutuhan air di masing-masing kawasan.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian karena curah hujan yang rendah dalam periode tertentu dapat memengaruhi ketersediaan air. Dampaknya berpotensi dirasakan pada kebutuhan masyarakat maupun sektor pertanian dan perkebunan yang bergantung pada pasokan air.

BMKG terus memantau perkembangan kondisi iklim dan curah hujan di Kobar. Dengan adanya prediksi potensi kekeringan hingga Oktober, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan air secara bijak sebagai langkah antisipasi menghadapi periode minim hujan.

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!