website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Berjibaku Lawan Karhutla, Prajurit TNI AU Kembali Bangkit Usai Ditelepon Sang Putra

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Di tengah kepulan asap dan panas kobaran api, semangat seorang prajurit TNI Angkatan Udara (AU) kembali menyala. Letda Kal Alifian Hidayat, anggota Lanud Iskandar Pangkalan Bun, mendapat suntikan motivasi dari sebuah telepon sederhana dari sang putra.

Hampir setiap hari, Hidayat bersama personel TNI AU Lanud Iskandar berjibaku di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Mereka turun langsung untuk mengendalikan api yang mengancam lahan dan lingkungan.

Medan yang dihadapi para prajurit tidak mudah. Panas yang menyengat, asap yang pekat, serta kondisi lahan yang terbakar membuat proses pemadaman menguras tenaga. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan langkah mereka menjalankan tugas.

Setelah cukup lama berada di lokasi, Hidayat mengambil waktu sejenak untuk beristirahat. Tubuh yang lelah perlu dipulihkan sebelum kembali berjibaku menghadapi api.

Pasang Iklan

Di tengah jeda itulah telepon dari sang putra datang. Percakapan singkat tersebut menjadi momen yang begitu berarti bagi Hidayat, di tengah situasi berat yang sedang dihadapinya.

Suara sang buah hati dari kejauhan menjadi penyemangat. Rasa lelah yang sebelumnya terasa berat seolah terobati. Dukungan tersebut membuat Hidayat kembali menguatkan diri untuk melanjutkan tugas.

Bagi seorang prajurit, keluarga menjadi sumber kekuatan yang tidak selalu terlihat. Ketika tugas membawa mereka jauh dari rumah, perhatian dan doa keluarga menjadi pengingat bahwa ada orang-orang tercinta yang menunggu mereka kembali dengan selamat.

Komandan Lanud Iskandar Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan, telepon dari sang putra memberikan motivasi tersendiri bagi Hidayat.

“Jiwa seorang prajurit pantang menyerah. Letda Hidayat mendapatkan telepon dari putranya dan memberikan motivasi tersendiri,” kata Nugroho, Rabu (2/9/2026).

Nugroho menegaskan, perjuangan prajurit dalam menangani karhutla bukan sekadar memadamkan kobaran api. Tugas tersebut merupakan bagian dari upaya menyelamatkan kehidupan dan menjaga lingkungan.

Pasang Iklan

“Karhutla bukan hanya memadamkan api, tapi menyelamatkan jiwa manusia termasuk ciptaan Tuhan yang lainnya,” ujarnya.

Setelah telepon itu berakhir, Hidayat kembali melanjutkan tugasnya. Di tengah panas dan asap, langkahnya kembali bergerak bersama rekan-rekannya. Sebuah telepon singkat dari sang putra menjadi pengingat bahwa di balik beratnya tugas seorang prajurit, selalu ada keluarga yang menjadi sumber kekuatan untuk terus berjuang.

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!