INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Pesawat Nam Air dari Jakarta menuju Pangkalan Bun gagal mendarat di Bandara Iskandar pada Rabu (2/9/2026) pagi.
Pesawat tersebut kemudian dialihkan atau divert ke Bandara Semarang. Kondisi kabut asap yang menyelimuti kawasan Pangkalan Bun membuat penerbangan tersebut tidak dapat melakukan pendaratan di Bandara Iskandar.
Peristiwa itu membuat keluarga penumpang yang telah menunggu di bandara harus mengubah rencana. Salah satunya Suswono, warga Pangkalan Banteng, yang datang untuk menjemput saudaranya.
“Saya tadi menunggu saudara saya, minta jemput. Eh, pesawatnya gagal landing,” kata Suswono, Rabu (2/9/2026).
Suswono mengatakan dirinya kemudian mendapat informasi bahwa pesawat yang membawa saudaranya dialihkan ke Semarang. “Divert ke Bandara Semarang, Mas, katanya,” ujarnya.
Salah seorang petugas Bandara Iskandar, Febri, membenarkan penerbangan Nam Air tersebut tidak dapat mendarat di Pangkalan Bun.
“Iya Mas, nggak bisa landing,” kata Febri saat dikonfirmasi.
Febri menjelaskan pesawat tersebut terbang dari Jakarta menuju Pangkalan Bun. Setelah gagal mendarat, penerbangan kemudian dialihkan menuju Semarang.
“Dari Jakarta-Pangkalan Bun, Pangkalan Bun-Semarang, Mas. Jam 7-an lewat, Mas,” jelasnya.
Febri menyebut hanya penerbangan Nam Air yang mengalami kondisi tidak dapat mendarat pada pagi tersebut. “Cuma Nam Air saja, Mas, yang tadi pagi,” ujarnya.
Kabut asap karhutla yang menyelimuti Pangkalan Bun kembali menunjukkan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat. Tak hanya mengganggu jarak pandang dan kualitas udara, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kelancaran transportasi udara, terutama ketika jarak pandang tidak memenuhi kebutuhan keselamatan penerbangan.