website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Transformasi DWP Kalteng: Dari Podium ke Aksi Lapangan

Ketua DWP Provinsi Kalteng Natalin Leonard S. Ampung. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Seruan perubahan arah gerak organisasi mengemuka dalam tubuh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Ketua DWP Kalteng, Natalin Leonard S. Ampung, menegaskan bahwa DWP harus bertransformasi menjadi organisasi yang responsif terhadap persoalan sosial, khususnya terkait perempuan dan keluarga.

Pesan tersebut disampaikannya saat mengukuhkan pengurus DWP kabupaten/kota se-Kalteng masa bakti 2024–2029. Kegiatan berlangsung secara hybrid dari Aula Sekretariat DWP Provinsi Kalteng, Palangka Raya, Rabu pagi, 6 Agustus 2025.

Dalam arahannya, Natalin menilai pola kerja DWP selama ini masih banyak terjebak dalam rutinitas yang bersifat seremonial. Menurutnya, organisasi perlu meninggalkan zona nyaman agar dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sudah saatnya kita tinggalkan zona nyaman. Dharma Wanita harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di atas podium atau meja rapat,” ujarnya.

Pasang Iklan

Natalin menegaskan bahwa DWP memiliki potensi besar dalam memperkuat pembangunan daerah jika peran perempuan dalam organisasi diberdayakan secara tepat. Ia mengingatkan bahwa fungsi organisasi bukan hanya berkutat pada internal, tetapi juga pada kerja nyata di lapangan.

Ia pun mengajak jajaran pengurus untuk turut menyuarakan isu-isu publik yang terus berkembang. Bidang-bidang krusial seperti penanganan stunting, ekonomi rumah tangga, dan kekerasan berbasis gender disebut sebagai area yang tidak boleh diabaikan.

“Perempuan bukan lagi sekadar pelengkap. Kita harus masuk dalam ruang-ruang pengambilan keputusan sosial,” tegasnya.

Selain mendorong perubahan pola gerak organisasi, Natalin juga mengangkat urgensi pelestarian budaya lokal sebagai fondasi pembentukan karakter keluarga. Ia menilai arus globalisasi membuat banyak nilai luhur masyarakat Kalteng mulai terpinggirkan.

Menurut Natalin, kearifan lokal tidak boleh hanya difahami sebagai bagian dari kegiatan seni atau seremoni budaya. Nilai-nilai itu harus hadir dalam pola pikir, pola didik, dan gaya hidup keluarga di Kalteng.

“Kalau kita bicara pembangunan berkelanjutan, kita harus mulai dari keluarga. Dan keluarga yang kuat lahir dari tradisi yang kuat pula,” katanya.

Pasang Iklan

Dorongan transformasi DWP juga ditujukan pada cara kerja organisasi. Natalin meminta kaum perempuan di DWP tidak ragu membangun kolaborasi lintas sektor, mulai dari lembaga pendidikan, komunitas, hingga dunia usaha, guna memperluas dampak program.

Ia mengingatkan bahwa organisasi akan kesulitan berkembang jika menutup diri dari gagasan baru. Karena itu, menurutnya, keterbukaan terhadap kontribusi generasi muda menjadi kunci agar program DWP tetap relevan.

“Kalau kita mau bertahan, kita harus terbuka terhadap cara kerja baru dan pendekatan yang lebih progresif,” pungkasnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran