Tag: Antrean BBM

  • Antrean BBM Ricuh, Emak-emak Saling Dorong dan Cakar di SPBU Pangkalan Bun

    Antrean BBM Ricuh, Emak-emak Saling Dorong dan Cakar di SPBU Pangkalan Bun

    INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pengguna SPBU Bundaran Tudung Saji di Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dibuat geger oleh aksi dua emak-emak yang terlibat perkelahian saat mengantre Pertalite, Kamis (25/6/2026) siang.

    Keributan yang terjadi di jalur pengisian Pertalite itu langsung menyita perhatian warga dan pengendara. Sejumlah orang yang sedang mengantre maupun melintas tampak menoleh ke arah sumber keributan.

    Menurut saksi di lokasi, kedua perempuan tersebut awalnya terlihat terlibat adu mulut. Namun situasi dengan cepat memanas hingga keduanya saling dorong dan cakar-cakaran di tengah antrean kendaraan.

    “Kami hanya melihat mereka saling dorong dan cakar-cakaran. Tidak tahu persis apa penyebabnya,” ujar Alfian seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

    Karena terjadi di area pengisian BBM yang ramai, aksi kedua emak-emak itu sempat membuat suasana SPBU menjadi ricuh. Beberapa warga dan pengendara terlihat berusaha melerai agar pertengkaran tidak semakin berlanjut.

    Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab keributan tersebut. Namun warga menduga pertengkaran itu berkaitan dengan persoalan antrean pengisian Pertalite.

    Seorang warga lainnya mengaku hanya mengetahui salah satu perempuan yang terlibat datang menggunakan sepeda motor matic. Informasi mengenai awal mula kejadian pun masih simpang siur di kalangan warga.

    Setelah berhasil dipisahkan, kedua perempuan tersebut akhirnya meninggalkan lokasi dan situasi kembali normal. Meski berlangsung singkat, aksi cakar-cakaran di tengah antrean Pertalite itu menjadi tontonan sekaligus perbincangan warga Pangkalan Bun sepanjang siang.

  • Antrean SPBU Palangka Raya Mulai Berkurang, Warga Tak Lagi Menunggu Berjam-jam

    Antrean SPBU Palangka Raya Mulai Berkurang, Warga Tak Lagi Menunggu Berjam-jam

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Antrean kendaraan di SPBU Jalan Yos Soedarso, Kota Palangka Raya, mulai berangsur normal pada Minggu malam, 10 Mei 2026.

    Kondisi ini berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya saat antrean BBM mengular hingga memadati badan jalan.

    Dari pantauan Intimnews.com di lapangan, sejak pagi hingga malam hari, kendaraan yang datang untuk mengisi BBM tidak lagi mengantre panjang. Pengendara juga terlihat lebih tertib dan waktu tunggu pengisian jauh lebih singkat.

    Salah seorang warga, Maulana (31), mengaku lega karena situasi di SPBU mulai membaik. Ia mengatakan kini masyarakat tidak perlu lagi menghabiskan waktu lama hanya untuk mendapatkan BBM.

    “Alhamdulillah sekarang antreannya sudah berkurang, tidak seperti beberapa hari lalu yang panjang sekali sampai bikin macet,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

    Maulana juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah bersama pihak terkait yang terus melakukan penanganan terhadap persoalan distribusi BBM di Palangka Raya.

    “Semoga kondisi seperti ini terus membaik. Kami juga berterima kasih karena pemerintah cepat mencari solusi supaya masyarakat tidak kesulitan lagi,” katanya.

    Selain antrean yang mulai normal, sejumlah petugas gabungan juga masih terlihat berjaga di area SPBU untuk membantu pengaturan kendaraan dan menjaga situasi tetap kondusif.

    Hal serupa disampaikan Tika (21), seorang mahasiswi di Palangka Raya. Ia mengaku sebelumnya harus mengantre hingga dua jam demi mendapatkan bensin untuk keperluan kuliah sehari-hari.

    “Sekarang lebih cepat, datang langsung bisa isi. Tidak seperti kemarin sampai dua jam antre panas-panasan,” ucapnya.

    Menurutnya, kondisi yang mulai normal sangat membantu masyarakat, terutama mahasiswa dan pekerja yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas harian.

    Meski antrean mulai berkurang, masyarakat tetap diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap stabil dan tidak kembali memicu kepadatan di SPBU.

    Editor: Andrian 

  • Agustiar: Pemerintah Tak Ingin Masyarakat Menderita Akibat Antrean BBM

    Agustiar: Pemerintah Tak Ingin Masyarakat Menderita Akibat Antrean BBM

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar audiensi dan dialog bersama Pertamina terkait antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya, Jumat, 8 Mei 2026.

    Pertemuan yang berlangsung di Istana Isen Mulang atau Rumah Jabatan Gubernur Kalteng itu turut dihadiri jajaran Pertamina wilayah Kalteng, kepala OPD, serta wartawan media lokal dan nasional.

    Dalam kesempatan tersebut, Agustiar mengatakan pemerintah daerah bersama Forkopimda telah turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi sejumlah SPBU sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan.

    “Kami ingin masyarakat Kalimantan Tengah tetap tenang dan nyaman. Kami tidak ingin melihat masyarakat menderita, maka kami bersama Forkopimda memastikan langkah penanganan terus dilakukan,” ujar Agustiar.

    Ia menegaskan antrean BBM yang terjadi beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

    Sementara itu, perwakilan Pertamina, Doni, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat antrean panjang di SPBU. Ia memastikan stok BBM di Kalteng dalam kondisi aman.

    Menurutnya, Pertamina telah melakukan sejumlah langkah percepatan distribusi, di antaranya menambah pasokan Pertamax hingga 200 sampai 205 kiloliter per hari dan memperpanjang jam operasional SPBU hingga pukul 01.00 WIB.

    Dalam sesi dialog, wartawan juga menyoroti keberadaan pengecer BBM yang dinilai masih dibutuhkan masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari SPBU. Menanggapi hal itu, Agustiar menyebut Pemprov Kalteng sedang mendorong legalitas bagi pengecer BBM.

    “Kedua, supaya eceran ini jadi legal,” kata Agustiar saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan pengecer dijadikan sub-SPBU.

    Ia menambahkan pemerintah provinsi juga telah menyurati BP Migas untuk meminta penambahan kuota BBM bagi Kalteng sekaligus membuka pembahasan terkait legalitas pengecer.

    Di sisi lain, Kapolda Kalteng mengungkapkan pihak kepolisian terus melakukan penindakan terhadap praktik penimbunan BBM ilegal.

    “Sampai saat ini kami sudah mengamankan kurang lebih sembilan tersangka dengan enam laporan polisi,” ungkapnya.

    Pangdam juga meminta media membantu memberikan informasi yang menenangkan masyarakat agar tidak terjadi kepanikan berlebihan terkait ketersediaan BBM di Kalteng.

    Editor: Andrian

  • Fairid Naparin Minta Maaf soal Edaran Pembatasan BBM: Ada Kesalahan Internal

    Fairid Naparin Minta Maaf soal Edaran Pembatasan BBM: Ada Kesalahan Internal

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wali Kota Fairid Naparin meminta maaf terkait polemik surat edaran pembatasan penjualan BBM subsidi dan non-subsidi yang dinilai juga menjadi pemicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir.

    Permintaan maaf itu disampaikan Fairid saat rapat koordinasi stabilitas penyaluran BBM dan pengawasan SPBU, Jumat 8 Mei 2026.

    Ia mengakui adanya kesalahan teknis dalam penerbitan surat edaran bernomor 500.2.1/198/DPKUKMP-Bid.1/V/2026 tersebut.

    “Oke, ke masalah surat. nah ini banyak dipertanyakan, biar tidak dibilang ngeles, tidak dibilang mencari kambing hitam, lempar batu sembunyi tangan,” ujar Fairid.

    Ia menegaskan bahwa dirinya sebagai pucuk pimpinan Pemerintah Kota Palangka Raya bertanggung jawab penuh atas kegaduhan yang terjadi akibat beredarnya surat tersebut. Fairid juga menyebut surat itu kini sudah tidak diberlakukan lagi.

    “Kami minta maaf apabila ada hal-hal yang kira-kira memang tidak sesuai. Ada kesalahan non-teknis, pejabatnya ataupun pejabat yang berwenang juga sudah menyatakan itu,” katanya.

    Menurut Fairid, dirinya tidak ingin menyalahkan bawahan ataupun mencari pihak yang harus dijadikan kambing hitam dalam persoalan tersebut. Ia memilih mengambil tanggung jawab sebagai kepala daerah.

    “Ini karena saya sebagai pucuk pimpinan, maka saya minta maaf karena apabila ada kesalahan itu. Dan itu memang kami akui ada kesalahan teknis di internal,” ucapnya.

    Fairid juga memastikan surat edaran tersebut tidak lagi berlaku dan meminta masyarakat tidak lagi bingung ataupun khawatir terkait aturan pembatasan pembelian BBM di SPBU.

    “Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa itu tidak diberlakukan, saya mohon maaf,” tegasnya lagi.

    Ia mengatakan persoalan tersebut nantinya akan diselesaikan secara internal, termasuk kemungkinan melalui Inspektorat. Namun, menurutnya fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan distribusi BBM kembali normal dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan bakar.

    “Dan kami tentu akan evaluasi sepenuhnya dan mencarikan solusi supaya permasalahan yang ada di Kota Palangka Raya seputar BBM ini bisa segera selesai. Paling penting adalah mencarikan solusi masyarakat tidak lagi susah mendapatkan BBM,” ujarnya.

    Sebelumnya, Fairid juga mengakui dirinya tidak mengetahui terbitnya surat edaran tersebut dan tidak pernah menandatangani dokumen yang kemudian ramai diperbincangkan masyarakat.

    Editor: Andrian

  • Gubernur Kalteng Sidak SPBU saat Antrean Panjang BBM di Palangka Raya

    Gubernur Kalteng Sidak SPBU saat Antrean Panjang BBM di Palangka Raya

    INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, turun langsung memantau antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya, Kamis, 7 Mei 2026 malam.

    Langkah itu dilakukan untuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalteng tetap aman di tengah antrean panjang yang terjadi beberapa hari terakhir.

    Salah satu lokasi yang dikunjungi yakni SPBU di Jalan Soekarno yang dipadati antrean kendaraan. Dalam peninjauan tersebut, gubernur juga berdialog dengan petugas SPBU dan masyarakat yang sedang mengantre BBM.

    Agustiar mengatakan, pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di Kalteng. Ia memastikan kondisi stok saat ini masih tersedia dan tidak mengalami gangguan.

    “Kami ingin memastikan masyarakat tetap lancar, aman, dan nyaman. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan dipastikan tidak ada masalah. Kebetulan kuota BBM kita juga sudah ditambah,” ujarnya kepada awak media di lokasi.

    Menurutnya, penambahan kuota dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi antrean di sejumlah SPBU. Dari sebelumnya sekitar 180 kiloliter, kini pasokan BBM untuk Kalteng ditingkatkan menjadi 200 kiloliter.

    “Biasanya kuota kita sekitar 180 KL, sekarang ditambah menjadi 200 KL. Ini salah satu langkah antisipasi agar antrean seperti ini tidak kembali terulang,” katanya.

    Selain memantau distribusi BBM, pemerintah provinsi bersama aparat kepolisian juga mengawasi kemungkinan adanya praktik penimbunan dan pelangsiran BBM yang memanfaatkan situasi antrean.

    “Kami bersama pihak kepolisian memantau kalau ada penimbunan dan pelangsir yang memanfaatkan situasi seperti ini, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi,” ucapnya.

    Agustiar menegaskan, jika ditemukan adanya pelanggaran, termasuk keterlibatan SPBU dalam praktik penimbunan, maka penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai aturan yang berlaku.

    “Kalau memang ditemukan pelanggaran, termasuk apabila ada SPBU yang terlibat penimbunan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan pemerintah,” pungkasnya.

    Editor: Andrian 

error: Content is protected !!