INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengintensifkan program Siaran Keliling (Sarling) sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Program yang mulai berjalan sejak 10 Juli 2026 itu menyasar kawasan permukiman, wilayah pinggiran, hingga daerah yang berpotensi terjadi karhutla. Petugas menggunakan kendaraan yang dilengkapi pengeras suara untuk menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat.
Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan, pendekatan tersebut dilakukan agar informasi mengenai pencegahan karhutla dapat diterima masyarakat secara lebih luas dan cepat.
“Kami menegaskan kembali kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemilik lahan agar jangan sekali-kali membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar,” ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Ia mengingatkan, pembakaran lahan berisiko memicu kebakaran dalam skala besar, terutama saat kondisi cuaca memasuki musim kemarau.
“Metode pembakaran lahan sangat berisiko tinggi memicu kebakaran skala luas yang tidak terkendali,” kata Toyib.
Selain mengingatkan larangan membakar lahan, petugas juga memberikan edukasi mengenai dampak kabut asap akibat karhutla terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian.
Toyib menjelaskan, kabut asap tidak hanya memicu meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tetapi juga dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar dan transportasi udara.
“Dampak dari kabut asap ini luar biasa merugikan kita semua. Selain mengancam kesehatan anak-anak dan keluarga kita melalui ISPA, kabut asap juga melumpuhkan sektor ekonomi, mengganggu penerbangan, dan merusak aktivitas belajar mengajar,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan Siaran Keliling dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga potensi karhutla di Kalteng bisa ditekan sejak dini.