INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) diprediksi berada dalam status rawan banjir menjelang musim hujan akhir 2025. Ancaman tersebut terutama mengintai wilayah yang berada di daerah aliran sungai (DAS) serta kawasan pesisir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Alpius Patanan, mengatakan daerah bagian tengah hingga hulu sungai masih menjadi kawasan paling rentan.
“Beberapa wilayah yang berisiko tinggi antara lain Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kapuas bagian hulu, Gunung Mas, dan Katingan hulu. Selain itu, daerah dalam kawasan DAS Katingan dan DAS Barito juga perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya saat ditemui di Palangka Raya, Rabu (30/9/2025).
Alpius menambahkan, wilayah selatan seperti Kabupaten Lamandau juga berpotensi mengalami banjir saat curah hujan meningkat. “Kita tidak boleh lengah, daerah pesisir, terutama Kabupaten Pulang Pisau, juga rawan luapan air ketika hujan lebat terjadi,” jelasnya.
Ia meminta masyarakat di wilayah rawan selalu memperhatikan informasi peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Informasi peringatan dini mudah diakses melalui berbagai saluran media, dan kami minta masyarakat selalu memantau,” kata Alpius.
Menurutnya, banjir musiman di Kalteng umumnya terjadi pada awal dan akhir tahun, sehingga kesiapsiagaan daerah perlu terus ditingkatkan. “BPBD kabupaten dan kota harus merespons cepat setiap kenaikan curah hujan di wilayahnya,” tambah Alpius.
Alpius juga menjelaskan bahwa saat ini Kalteng masih berada pada periode kemarau, dan peralihan menuju musim hujan diperkirakan berlangsung pada pekan kedua Oktober. “Polanya relatif sama dengan pergantian musim pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi kami tetap waspada,” ujarnya.
BPBPK Kalteng terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota melalui pertemuan daring untuk memastikan informasi peringatan dini tersampaikan dengan baik. “Di beberapa lokasi, curah hujan sudah mulai tinggi, sehingga peringatan dini selalu kami teruskan ke daerah,” tutup Alpius.
Penulis : Suhairi
Editor : Maulana Kawit