website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Satgas dan Posko Karhutla Diperkuat, Kalteng Siap Hadapi Kemarau

Rapat monitoring penanganan Karhutla. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya hingga akhir Juli 2025 masih dalam kondisi terkendali.

Penegasan tersebut disampaikan saat mengikuti Rapat Monitoring Situasi Terkini Penanganan Karhutla di Indonesia yang digelar secara virtual, Senin (28/7/2025), dan dipimpin langsung oleh Menteri LHK Raja Juli Antoni serta Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Agustiar menyatakan, Pemerintah Provinsi Kalteng bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat terus memperkuat sistem pengendalian karhutla, salah satunya melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Karhutla serta pengaktifan posko dan pos lapangan (poslap).

“Komitmen kita jelas, yaitu menjaga agar karhutla tidak meluas. Jika diperlukan, kami siap menetapkan status darurat bencana dan meminta dukungan operasi udara dari BNPB,” tegas Agustiar dalam rapat tersebut.

Pasang Iklan

Dalam paparannya, Gubernur menyampaikan bahwa Provinsi Kalteng yang terdiri dari 13 kabupaten dan 1 kota dengan 136 kecamatan dan 1.574 desa mengalami peningkatan titik panas atau hotspot saat puncak musim kemarau.

Data Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) mencatat, jumlah hotspot di Kalteng mencapai 1.326 titik, atau sekitar 2,09% dari total nasional yang mencapai 63.559 titik.

Meski terjadi lonjakan, Gubernur memastikan bahwa patroli rutin, sosialisasi, dan pola penanganan “satu hari padam” oleh personel di lapangan berhasil mencegah meluasnya kebakaran.

“Penanganan dilakukan secara cepat, terarah, dan melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, serta relawan Masyarakat Peduli Api,” ujarnya.

Berdasarkan analisis citra Kementerian LHK, luas lahan terbakar di Kalteng hingga Juli 2025 tercatat 146,21 hektare, atau sekitar 1,70% dari total luas nasional yang mencapai 8.594,49 hektare.

Sementara itu, dari pantauan BMKG, tidak terdeteksi adanya sebaran asap signifikan di wilayah Kalteng selama Juli 2025, menandakan efektivitas penanganan yang dilakukan Satgas dan Poslap.

Pasang Iklan

Satgas dan Posko Karhutla dibentuk sesuai amanat Permen LHK Nomor P.32 Tahun 2016 dan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020, dengan tugas utama melakukan koordinasi, operasional, dan evaluasi pengendalian karhutla.

“Dengan keberadaan Satgas dan Posko yang aktif sepanjang tahun, upaya pengendalian tetap berjalan optimal, meskipun belum ditetapkan status siaga darurat,” jelas Gubernur.

Pemprov Kalteng juga mengaktifkan 77 Poslap di 52 kecamatan berisiko tinggi sejak 11 Juni hingga 8 Oktober 2025. Poslap bertugas melakukan patroli, edukasi warga, hingga pembasahan area rawan kebakaran.

Sebanyak 697 personel gabungan diterjunkan ke lapangan, terdiri atas Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan MPA, yang terbagi dalam 17 regu Posko dan 77 regu Poslap.

Dalam forum tersebut, Gubernur juga menyampaikan permintaan bantuan pusat, berupa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta pengiriman 6 helikopter water bombing dan 2 helikopter patroli.

Selain itu, Pemprov mengusulkan pencairan Dana Siap Pakai (DSP) yang tidak bersifat reimburse, serta permintaan tambahan 87 set alat pemadam portable, tandon air fleksibel, dan kendaraan roda tiga.

Pasang Iklan

Rapat monitoring turut dihadiri secara virtual oleh Staf Ahli Gubernur Darliansjah, perwakilan BMKG Kalteng, serta mendampingi langsung Gubernur, hadir Wakil Gubernur Edy Pratowo, Forkopimda, Plt Sekda Leonard S. Ampung, dan sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

(Redha/Maulana Kawit)

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran