website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Sambut Positif Koperasi Merah Putih, DPRD Soroti Tiga Tantangan Utama di Kalteng

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari. (And)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto menuai apresiasi dari berbagai pihak. Namun, agar program ini benar-benar memberikan dampak nyata di tingkat akar rumput, sejumlah tantangan mendasar perlu segera diatasi.

Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari, menilai program ini memiliki potensi besar dalam menggerakkan roda perekonomian desa secara berkelanjutan. Ia menyebut, arah kebijakan Presiden tersebut sejalan dengan fokus pembangunan ekonomi kerakyatan yang digaungkan Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran.

“Program ini sangat baik karena bertujuan menggerakkan ekonomi dari tingkat desa,” ujar Ansyari. Ia menambahkan bahwa koperasi merupakan instrumen vital dalam memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun di balik apresiasi tersebut, Ansyari menyoroti tiga isu krusial yang harus ditangani agar program ini dapat berjalan optimal: permodalan, infrastruktur digital, dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pasang Iklan

Menurut Ansyari, salah satu hambatan utama koperasi di desa adalah keterbatasan akses terhadap modal. Tanpa suntikan dana yang jelas dan memadai, koperasi tidak akan mampu menjalankan fungsi ekonominya secara maksimal.

“Koperasi harus diberikan dukungan permodalan yang jelas agar bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Selain modal, infrastruktur juga menjadi perhatian serius. Banyak desa di Kalimantan Tengah masih menghadapi keterbatasan akses listrik dan koneksi internet yang stabil—dua elemen vital untuk operasional koperasi modern yang menuntut digitalisasi.

“Terbatasnya listrik sangat mengganggu karena berdampak pada konektivitas internet. Padahal koperasi modern sangat bergantung pada infrastruktur digital yang memadai,” jelasnya.

Digitalisasi penting untuk memperkuat sistem manajemen, pelaporan keuangan yang transparan, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Tantangan berikutnya adalah kualitas pengelola koperasi di tingkat desa. Menurut Ansyari, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kapasitas SDM lokal. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan harus menjadi bagian integral dari implementasi program.

Pasang Iklan

“Harus ada pelatihan agar koperasi dikelola secara profesional dan akuntabel, termasuk dalam penyusunan laporan keuangan yang transparan,” ujarnya.

Meski masih banyak tantangan, Ansyari tetap optimistis bahwa Program Koperasi Merah Putih dapat membawa perubahan positif bagi desa-desa di Kalimantan Tengah. Dengan dukungan yang terstruktu, mulai dari aspek permodalan, pembangunan infrastruktur digital, hingga peningkatan kualitas SDM—koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!