INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan pembangunan rumah betang berukuran sangat besar di Bundaran Besar Palangka Raya segera direalisasikan. Hal ini disampaikan Plt Sekda Kalteng, Leonard S. Ampung, saat membuka International Seminar Pungpung Hai Borneo, Rabu (21/8/2025).
Rumah betang berukuran 170 x 80 meter tersebut disebut akan menjadi yang terbesar di dunia. “Bangunan ini bukan hanya infrastruktur, tetapi juga monumen peradaban masyarakat Dayak,” ujar Leonard.
Ia menegaskan bahwa pembangunan rumah betang menjadi bukti perhatian Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran terhadap penguatan identitas Dayak. “Ini bagian dari warisan budaya sekaligus destinasi wisata,” tambahnya.
Konsep rumah betang raksasa ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan budaya, pendidikan, hingga penelitian. Dengan begitu, generasi muda bisa lebih dekat mengenal falsafah betang.
Sejumlah akademisi mancanegara yang hadir dalam seminar turut mengapresiasi rencana tersebut. Mereka dengan seksama mencermati tentang fungsi lain serta sarat makna dari sebuah bangunan.
Pembangunan ikon ini juga diyakini dapat mendongkrak sektor pariwisata, yang berdampak positif terhadap perekonomian daerah. “Dengan daya tarik budaya, wisatawan domestik maupun internasional akan semakin banyak datang,” sebutnya.
Selain itu pembangunan yang digambarkan akan terbangun di sekitar bundaran besar Kota Palangka Raya menjadi daya tarik sendiri setelah berlangsungnya sebuah kegiatan Huma Betang Night yang dilaksanakan di Pusat Ibu Kota Provinsi Kalteng.
“Ini akan dibangun dekat dengan bundaran besar, dimana juga terdapat agenda Huma Betang Night yang memadukan budaya, seni, serta menjaga kearifan lokal yang ada di kalteng, selain itu masyarakat mulai berakhir pekan di dalam daerah yang dapat membantu perputaran perekonomian masyarakat,” tutupnya.
Penulis : Redha
Editor : Andrian