INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran menegaskan, jika rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan hal yang biasa dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi, bukan karena pejabat yang diganti berkinerja kurang maksimal.
Pernyataan itu disampaikan Agustiar usai melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkungan Pemprov Kalteng, pada Kamis, 25 Juni 2026 malam.
“Bukan kurang maksimal, penyegaran lah. Masa itu-itu saja, kan begitu,” kata Agustiar.
Ia menegaskan seluruh pengisian jabatan dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, kinerja, dan kebutuhan organisasi.
Dalam arahannya juga, Agustiar meminta para kepala perangkat daerah mampu bekerja lebih kreatif di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan tantangan ekonomi global.
“Dengan adanya efisiensi, saya bersyukur. Daerah lain boleh terganggu, tetapi saya rasa Kalteng tidak. Presiden ingin uang rakyat tepat sasaran, terukur, dan terencana,” ujarnya.
Agustiar menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng mencapai sekitar Rp5,4 triliun. Namun, setelah dikurangi belanja wajib seperti gaji pegawai, dana bagi hasil kabupaten dan kota, serta dana bantuan operasional sekolah, anggaran yang dapat dikelola pemerintah provinsi tersisa sekitar Rp1 triliun.
Karena itu, ia meminta setiap kepala OPD mampu menyusun program yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kita mesti memiliki strategi dalam penggunaannya. Kepala OPD harus kreatif merancang program yang berdampak ke masyarakat di tengah anggaran terbatas,” tegasnya.
Agustiar juga mengingatkan para pejabat agar menjalankan tugas dengan integritas dan selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita semua adalah abdi negara, bukan bapak menjadi bosnya. Tetapi rakyatlah bosnya,” ucapnya.
Ia pun menegaskan tidak boleh ada praktik transaksional dalam pengisian maupun pelaksanaan jabatan.
“Saya tidak mau mendengar ada transaksi. Tidak ada urusan-urusan begitu. Jabatan ini untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur melantik delapan pejabat pimpinan tinggi pratama, yakni:
Anang Dirjo – Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
Sutoyo – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Syahfiri – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Suyuti Syamsul – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Eddy Karusman – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan).
Akhmad Husain – Kepala Dinas Sosial.
Adiah Chandra Sari – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik).
Bintarno – Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kalteng.
Selain itu, Gubernur juga menyerahkan surat keputusan kepada lima pejabat pelaksana tugas (Plt), yaitu:
Rangga Lesmana – Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Edi Soeseno – Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Perawaty – Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip).
dr. Mikko Uria – Plt. Kepala Dinas Kesehatan.
Etty Aprilia – Plt. Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalteng.
Editor: Andrian