website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

593 Titik Panas Terdeteksi di Kalteng, Satgas Perkuat Penanganan Karhutla

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terbakar di kawasan Kalampangan. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sebanyak 593 titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah (Kalteng) berdasarkan pemantauan satelit pada 7 Agustus 2026. Kondisi lahan yang kering membuat Satgas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) memperkuat penanganan di sejumlah wilayah rawan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan, penanganan tidak cukup dilakukan dengan memadamkan api yang terlihat. Tim juga harus memastikan bara di dalam tanah tidak kembali memicu kebakaran, terutama pada lahan gambut.

“Penanganan Karhutla tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat. Pembasahan, pendinginan, dan penyekatan harus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran,” ujarnya, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Wilayah Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian. Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik di Kota Palangka Raya dan wilayah lainnya.

Pasang Iklan

Satgas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari akses menuju lokasi, kondisi gambut dan vegetasi yang kering hingga keterbatasan sumber air. Kondisi tersebut membuat pemadaman harus dilakukan secara berulang melalui pembasahan dan pendinginan.

Sebanyak empat regu Satgas Udara dan 16 regu Satgas Darat dikerahkan. Sebanyak 10 regu diarahkan ke Tumbang Nusa, satu regu ke Kameloh Baru, satu regu ke Kalampangan, sementara empat regu ditempatkan di pos komando.

Operasi gabungan di Tumbang Nusa juga diperkuat 32 regu Satgas Darat. Tim gabungan terdiri atas TNI, Polri, Basarnas, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), relawan, pemerintah daerah, dan unsur lainnya.

Di Jalan Tanjung Taruna, Pulang Pisau, Regu Damkar 1 BPB-PK bersama TNI melakukan pemadaman sejak pukul 08.30 hingga 16.00 WIB. Tim menangani kebakaran pada lahan gambut sekitar satu hektare dengan vegetasi semak belukar dan pakis.

Setelah api utama dikendalikan, personel melanjutkan penyekatan dan pembasahan. Beberapa bagian lahan masih mengeluarkan asap sehingga membutuhkan pendinginan lanjutan.

Di Tumbang Nusa, Regu Damkar II BPB-PK bersama Basarnas melakukan pemadaman menggunakan sumber air dari sumur bor. Tim berhasil menangani api sepanjang sekitar 70 meter, meski sebagian titik masih memerlukan penanganan lanjutan.

Pasang Iklan

Penanganan juga dilakukan di sekitar embung depan Balai Persemaian Bibit Tumbang Nusa. Tim BPB-PK bersama TNI membasahi sekitar satu hektare lahan untuk mencegah api merambat ke jalan raya.

Di belakang Bengkel 99 Tumbang Nusa, Satgas TNI Kodim 1016/Palangka Raya menangani lahan terbakar sekitar 0,5 hektare. Sekitar 0,1 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, di Kalampangan, kebakaran terjadi di Jalan Manunggal dengan luas sekitar dua hektare dan Jalan Kahuripan sekitar 0,5 hektare. MPA Kelurahan Bereng Bengkel bersama unsur terkait juga menangani kebakaran di Jalan Mahir Mahar, Tumbang Nusa, yang luasnya diperkirakan mencapai 30 hektare.

Data BMKG menunjukkan titik panas paling banyak terdeteksi di Kotawaringin Timur dengan 149 titik. Kemudian Kapuas 78 titik, Palangka Raya 59 titik, Pulang Pisau 57 titik, Seruyan 54 titik, dan Sukamara 53 titik.

BMKG juga memperingatkan kondisi bahan bakar permukaan di sebagian besar wilayah Kalteng pada 8-15 Agustus 2026 sangat kering dan mudah terbakar. Curah hujan diperkirakan masih minim sehingga potensi kebakaran tetap tinggi.

Toyib meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

“Penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan berkelanjutan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap penanganan,” tutupnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!