website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

UPR Sambut 3.542 Mahasiswa Baru, 500 Datang dari Luar Kalteng

Pimpinan UPR bersama jajaran pemerintah dan panitia membuka rangkaian PKKMB 2026 di halaman Rektorat UPR, Senin, 10 Agustus 2026. (Shr/Intimnews)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Sebanyak 3.542 mahasiswa baru Universitas Palangka Raya (UPR) mulai memasuki lingkungan perguruan tinggi pada tahun akademik 2026/2027. Dari jumlah tersebut, sekitar 500 mahasiswa berasal dari luar Kalimantan Tengah (Kalteng) dan datang dari 28 provinsi.

Mereka mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 yang diawali dengan upacara penyambutan di halaman Rektorat UPR, Senin, 10 Agustus 2026.

PKKMB tahun ini mengusung tema “Melangkah Bersama, Membangun Mahasiswa Universitas Palangka Raya yang Unggul, Adaptif, Berdampak, dan Berkelanjutan, Berlandaskan Semangat Isen Mulang dan Falsafah Huma Betang Menuju Indonesia Emas 2045”.

Rektor UPR, Salampak mengatakan, mahasiswa baru tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Mereka juga perlu membangun karakter, kemampuan berpikir, kepemimpinan, jejaring, dan kemampuan beradaptasi.

Pasang Iklan

“Universitas Palangka Raya tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidangnya, tetapi juga generasi yang memiliki integritas, karakter, kepedulian sosial, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kemampuan yang dibutuhkan di luar bidang akademik. Kemampuan komunikasi, kerja sama, berpikir kritis, pemecahan masalah, adaptasi, dan kepemimpinan dinilai sama pentingnya dengan hard skill.

Salampak juga mengingatkan mahasiswa agar membiasakan diri menggunakan data dan ilmu pengetahuan sebelum menyampaikan pendapat.

“Gunakan ilmu. Gunakan nalar. Jangan cepat bereaksi sebelum memahami persoalan. Ketika berbicara, kita harus berbicara berdasarkan data, ilmu pengetahuan, dan keyakinan yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Keberagaman asal mahasiswa, menurut Salampak, menjadi salah satu kekuatan UPR. Dari 3.542 mahasiswa baru, sekitar 86 persen berasal dari Kalteng, sedangkan 7,2 persen berasal dari Sumatera Utara dan sisanya dari berbagai provinsi lain.

Ia berharap, keberagaman tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengenal dan membangun lingkungan kampus yang inklusif. Mahasiswa juga diminta menjaga etika dan nama baik almamater selama menjalani pendidikan.

Pasang Iklan

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kalteng, Lisda Arriyana, pemerintah provinsi menegaskan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Lisda mengatakan, perguruan tinggi bukan sekadar tempat memperoleh nilai dan ijazah. Kampus juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, membangun jejaring, dan belajar menghadapi persoalan masyarakat.

“Fokus pembangunan harus dimulai dari desa dan pedalaman hingga ke perkotaan. Kami tidak ingin ada putra-putri Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat saat sakit, dan tidak bisa makan,” tegasnya.

Mahasiswa juga diingatkan menjauhi perilaku yang dapat mengganggu masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian daring, pergaulan bebas, dan tindakan asusila. Nilai Huma Betang dan Belom Bahadat diminta menjadi pegangan dalam membangun hubungan dengan sesama dan lingkungan.

Dari 3.542 mahasiswa baru tersebut, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi penyumbang mahasiswa terbanyak dengan 855 orang. Disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis 635 orang, Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 549 orang, serta Fakultas Teknik 442 orang.

Kemudian Fakultas Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 387 mahasiswa, Fakultas Hukum 354 mahasiswa, Fakultas Kedokteran 164 mahasiswa, dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 156 mahasiswa.

Selain pengenalan lingkungan akademik, rangkaian PKKMB tahun ini juga diisi edukasi digital. UPR bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Kalteng memberikan edukasi penggunaan QRIS dan perlindungan konsumen kepada sekitar 3.500 mahasiswa baru selama enam hari.

Salampak menjelaskan, mahasiswa UPR merupakan bagian dari generasi yang akan berada pada usia produktif ketika Indonesia memasuki masa Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia meminta mahasiswa mulai menyiapkan kemampuan dan integritas sejak hari pertama kuliah.

“Manfaatkan masa perkuliahan untuk belajar, membangun jejaring, mengembangkan potensi, dan menemukan jati diri,” pungkasnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!