INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam memperkuat ketahanan pangan dinilai mulai menunjukan hasil konkret di tingkat masyarakat, khususnya para petani yang menjadi garda terdepan produksi pangan daerah.
Penilaian tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin, yang menyoroti arah kebijakan pangan sebagai langkah strategis menghadapi ketidakpastian ekonomi dan perubahan iklim.
“Penguatan ketahanan pangan di Kalteng kini tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi semata, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan lingkungan sebagai pilar pembangunan sektor pertanian,” ujarnya, Rabu 5 November 2025.
Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai berhasil mendorong kebijakan yang menyentuh aspek hulu hingga hilir pertanian. Riska menilai langkah tersebut sebagai bentuk perubahan pendekatan dari pola pembangunan sektoral menuju pola pembangunan ekosistem pangan yang lebih komprehensif.
Ia menyebut sejumlah kebijakan yang sejauh ini berdampak langsung kepada petani, seperti pembangunan infrastruktur irigasi, pemberian bantuan alat dan mesin pertanian, hingga kemudahan akses permodalan.
“Program-program tersebut, menurutnya, memungkinkan petani meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas komoditas,” tuturnya.
Tak hanya pada level pemerintah, Riska menekankan bahwa sektor pangan akan sulit kuat tanpa kontribusi masyarakat. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam bahan pangan dianggap sebagai salah satu strategi paling sederhana namun efektif dalam menjaga ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga.
“Ketahanan pangan tidak bisa hanya menjadi agenda pemerintah. Kemandirian pangan harus dibangun mulai dari keluarga, dari kesadaran untuk menanam dan mengonsumsi hasil sendiri,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran sektor swasta sebagai penopang sistem pangan, terutama melalui dukungan investasi, teknologi, dan pasar bagi produk petani lokal. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga, hingga dinamika ekonomi global.
Riska meyakini bahwa dengan sinergi yang konsisten antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat penopang ketahanan pangan nasional, bukan hanya sebagai pasar komoditas, tetapi juga sebagai produsen utama.
Editor: Andrian