INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo, menceritakan proses panjang yang dijalaninya hingga meraih Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ia menyebut pencapaian tersebut tidak didapat secara instan karena harus melalui penilaian ketat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Hal itu disampaikan Reza usai dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kalteng definitif di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa, 26 Mei 2026.
Reza menjelaskan, KPLB diberikan atas capaian kinerja dan inovasi yang dilakukan selama menjadi ASN. Pengajuan tersebut juga harus dibuktikan dengan berbagai dokumen penunjang dan hasil kerja nyata.
“Pengajuan itu berdasarkan prestasi kerja luar biasa. Semua capaian dan inovasi harus dibuktikan, tidak bisa hanya klaim,” ujarnya.
Ia mengatakan, dalam proses pengajuan dirinya diminta melampirkan berbagai dokumen penilaian kinerja selama dua tahun terakhir. Mulai dari sertifikat, piagam penghargaan, hingga apresiasi dari pimpinan daerah dan instansi kepegawaian.
Seluruh dokumen tersebut kemudian menjadi bahan penilaian dalam sidang BKN yang dihadiri langsung Kepala BKN, wakil kepala, serta para deputi.
“Saat sidang kami harus presentasi langsung di hadapan pimpinan BKN dan menjelaskan semua inovasi yang sudah dijalankan,” katanya.
Salah satu hal yang paling diingat Reza ialah ketika ada deputi BKN yang sempat meragukan inovasi aplikasi yang dibuatnya. Ia mengaku saat itu menyampaikan bahwa satu aplikasi yang dikembangkannya memuat 12 inovasi dalam waktu satu tahun.
“Ada yang sempat bilang tidak mungkin satu aplikasi punya 12 inovasi dalam setahun. Tapi saya tunjukkan langsung aplikasinya dan semua bisa dibuktikan,” ucapnya.
Dari hasil penilaian tersebut, Reza akhirnya mendapatkan percepatan kenaikan pangkat lebih cepat dibanding mekanisme normal ASN. Saat ini dirinya telah mencapai pangkat Pembina Tingkat I atau IV/b.
Ia juga mengungkapkan percepatan kenaikan pangkat bukan pertama kali diraihnya. Sebelumnya, ia beberapa kali mendapatkan kenaikan pangkat lebih cepat karena capaian kerja dan inovasi yang dilakukan selama menjadi ASN.
Reza berharap pengalaman tersebut bisa menjadi motivasi bagi ASN muda agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan.
Editor: Andrian