INTIMNEWS.COM, MUARA TEWEH – Festival seni bela diri tradisional Kuntau digelar di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dengan melibatkan puluhan perguruan dan sanggar dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi ruang temu para penguntau sekaligus upaya pelestarian budaya lokal yang mulai jarang dipertontonkan ke publik.
Festival tersebut diikuti oleh 93 peserta dan ofisial yang datang dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Selain peserta, panitia pelaksana yang terlibat berjumlah 21 orang.
Dengan komposisi tersebut, total pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan ini mencapai 114 orang. Para peserta berasal dari beragam latar belakang perguruan seni bela diri tradisional.
Beberapa perguruan yang ambil bagian antara lain PSTK Palangka Raya, PSTK Katingan, dan PSTK Murung Raya. Kehadiran mereka menambah warna dalam pelaksanaan festival.
Peserta lainnya datang dari Mahaga Petak Danum Kotawaringin Timur dan Siwa Awet Sanggar Jatang Barito Timur. Selain itu, PSDKT Tentara Lawung Murung Raya turut ambil bagian dalam festival ini.
Perguruan Kuntau Bangkuy Selamat Kambe dan Sendeng 12 dari Kotawaringin Timur juga ikut meramaikan kegiatan. Sejumlah perguruan Kuntau asal Barito Utara tampil sebagai tuan rumah.
Festival Kuntau ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Barito Utara Bidang Keuangan dan Perekonomian, Hery Jhon Setiawan. Ia hadir mewakili Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin.
Ketua Panitia Pelaksana, Ashari Permady, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ajang memperkenalkan seni bela diri Kuntau kepada masyarakat luas.
Menurut Ashari, festival ini juga menjadi sarana untuk mengakomodasi para penguntau dari berbagai perguruan agar dapat saling bertukar pengalaman dan mempererat hubungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memotivasi masyarakat serta pemerintah agar turut menjaga dan melestarikan seni bela diri Kuntau,” ujar Ashari, Sabtu (1/11/2025).
Ia menilai, pelestarian seni bela diri tradisional tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan instansi terkait dinilai sangat menentukan.
Ashari pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara atas dukungan yang diberikan selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Budparpora), Yonif 631/Antang, serta BPBD Barito Utara yang membantu fasilitas dan kebutuhan teknis kegiatan.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Seni Main Kuntau (PSMK) Huma Ije Pakat Barito Utara, Nordiansyah, menegaskan bahwa Festival Kuntau tidak sekadar ajang kompetisi antarperguruan.
Menurutnya, Kuntau merupakan seni bela diri yang sarat nilai-nilai luhur seperti disiplin, keberanian, dan rasa hormat, yang penting ditanamkan kepada generasi muda.
Nordiansyah berharap festival semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai simbol kebanggaan budaya lokal sekaligus penguat persaudaraan antardaerah di Kalimantan Tengah. (Shp/Maulana Kawit)