website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Rakumpit Masih Terisolasi, Infrastruktur Jadi Tuntutan Mendesak

Anggota DPRD Kalteng, Agie. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kondisi enam kelurahan di Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, pembangunan jalan dan jembatan di wilayah tersebut belum rampung, membuat akses masyarakat ke pusat kota sangat terbatas.

Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Agie, menegaskan, Kelurahan Kanarakan, Gaung Baru, Panjehang, Petuk Barunai, Bukit Sua, dan Mungku Baru hingga saat ini masih terisolasi. Meski berada di ibu kota provinsi, warga di enam kelurahan itu harus bergantung pada jalur transportasi terbatas untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Warga masih menghadapi kesulitan untuk keluar wilayah karena akses jalan yang belum layak. Situasi ini sangat memprihatinkan, mengingat mereka tinggal di Palangka Raya, kota provinsi,” kata Agie, Jumat 14 November 2025.

Keterisolasian Rakumpit menjadi kasus unik di Indonesia. Di kota-kota lain, bahkan daerah terpencil umumnya sudah memiliki akses jalan memadai. Kondisi ini menuntut perhatian serius pemerintah daerah agar infrastruktur dasar dapat segera tersedia.

Pasang Iklan

Selama delapan hari reses, Agie langsung meninjau wilayah terdampak dan menyerap aspirasi masyarakat. Mayoritas warga menekankan pentingnya pembangunan jalan dan jembatan sebagai kebutuhan dasar untuk menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai, pembangunan infrastruktur tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Ia mengingatkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan harus dimulai dari desa sebagai fondasi pemerataan.

“Masyarakat telah menyampaikan harapan mereka dengan sangat jelas. Saya akan membawa aspirasi ini kepada Gubernur Kalteng dan mengawal agar masuk prioritas pembangunan,” ujar Agie.

Agie menekankan, pemerintah perlu turun tangan secara serius untuk mengatasi keterisolasian yang dialami ribuan warga Rakumpit. Akses jalan dan jembatan yang memadai dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain mendesak pembangunan fisik, Agie juga menyoroti pentingnya rencana berkelanjutan. Infrastruktur yang dibangun harus tahan lama, agar kelurahan terisolasi tidak kembali mengalami keterbatasan di masa depan.

“Keterisolasian harus diakhiri. Warga Rakumpit berhak mendapatkan fasilitas dasar yang sama seperti masyarakat di wilayah lain. Pemerintah provinsi harus memastikan ini menjadi prioritas,” pungkasnya.

Pasang Iklan

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran