INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Polisi mengamankan seorang pria berinisial D usai kebakaran yang menghanguskan permukiman di kawasan Kompleks Pasar Besar Palangka Raya, tepatnya di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen, Jalan Jawa, Sabtu, 1 Agustus 2026 malam.
Pria berusia sekitar 50 tahun itu diduga berkaitan dengan kebakaran yang menghanguskan sedikitnya delapan rumah dan satu barak empat pintu. Meski begitu, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran karena penyelidikan masih berlangsung.
Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hertanto, membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang pria untuk dimintai keterangan.
“Memang ada satu orang yang kami amankan. Saat ini masih diperiksa anggota. Yang bersangkutan juga cukup sulit diajak berkomunikasi,” kata Iyudi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia menegaskan, penyidik masih mendalami apakah kebakaran tersebut terjadi karena unsur kesengajaan atau faktor lainnya.
Sebelumnya, kobaran api melanda kawasan padat penduduk di belakang TPU Kristen, dekat Pasar Besar Palangka Raya. Api cepat membesar dan memicu kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan diri serta mengeluarkan barang-barang dari rumah.
Puluhan armada pemadam kebakaran dari berbagai relawan, Damkar kota dan provinsi, hingga Satgas Karhutla diterjunkan ke lokasi. Setelah berjibaku sekitar dua jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan api.
Komandan BPK Kamboja, Sucipto, sebelumnya menjelaskan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 20.55 WIB. Lokasi awal yang diinformasikan berada di Jalan Seram, namun titik api ternyata berada di permukiman di antara Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan, tepat di belakang TPU Kristen.
Ia juga menyebut, proses pemadaman sempat terkendala minimnya sumber air di sekitar lokasi. Meski demikian, api berhasil dicegah agar tidak meluas ke lebih banyak bangunan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga bermula dari rumah pria yang kini diamankan polisi. Sejumlah warga menyebut pria tersebut tinggal seorang diri setelah berpisah dengan istrinya, sementara anak-anaknya telah bekerja di luar Palangka Raya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, sedikitnya delapan rumah dan satu barak empat pintu ludes terbakar, sementara sejumlah bangunan lain mengalami kerusakan akibat rembetan api.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk mendalami dugaan keterlibatan pria yang telah diamankan.
Editor: Andrian