website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

PKL Keluhkan Penertiban Tak Adil: Trotoar Masih Dipakai Jualan, yang Tertib Malah Sepi Pembeli

Suasana trotoar di Pangkalan Bun. (Yus)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pedagang kaki lima (PKL) di Pangkalan Bun kembali mengeluhkan soal penertiban yang dinilai tidak adil. Meski pemerintah telah menyediakan lokasi khusus berjualan, faktanya masih banyak pedagang yang beraktivitas di atas trotoar tanpa tersentuh razia. Kondisi ini membuat pedagang yang taat aturan merasa dirugikan.

Seorang pedagang bernama Ina menyampaikan keluhannya. Ia menilai, aturan seharusnya ditegakkan dengan adil agar semua pedagang memiliki kesempatan yang sama dalam mencari rezeki.

“Kita ini sudah ikut aturan, pindah jualan ke tempat yang ditentukan pemerintah, eh masih ada saja yang di trotoar. Mungkin bekingannya kuat kali,” ucap Ina dengan nada kesal, Minggu (24/8), malam.

Ina menambahkan, keberadaan pedagang yang tetap berjualan di trotoar membuat lokasi resmi yang disediakan pemerintah menjadi sepi pengunjung. Apalagi sejak ada “Begoyap” atau lokasi pusat jajanan malam, para pembeli justru lebih tertarik berkunjung ke sana.

Pasang Iklan

“Dagangan saya makin sepi, sudah susah payah ikut aturan malah jadi rugi,” keluhnya.

Namun, untuk bisa berjualan di Begoyap pun ternyata tidak mudah. Menurut Ina, ada aturan tak tertulis yang membuat pedagang kecil semakin sulit masuk ke dalamnya.

“Mau jualan di Begoyap saja harus kenal baik sama ketuanya. Kalau tidak, ya susah dapat tempat,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi ini membuat usaha kecil semakin tidak jelas arah dan keadilannya. “Sekarang makin banyak ketua-ketua UMKM, tapi kita tidak tahu siapa yang benar-benar berpihak sama pedagang kecil. Kalau mau tertib, ya tertibkan semua. Jangan pilih-pilih,” kata Ina.

Keluhan para pedagang ini seolah menjadi cermin persoalan klasik di lapangan: antara penertiban, kepentingan ekonomi, dan adanya dugaan keberpihakan. Mereka berharap pemerintah benar-benar bisa berlaku adil, sehingga semua pedagang bisa sama-sama merasakan manfaat dari aturan yang ada tanpa ada yang merasa dikorbankan.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan