website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Gen Z Mulai Jauh dari Budaya, Kobar Susun Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal

Kegiatan penyusunan Kurikulum dan Capaian Pembelajaran Muatan Lokal Kabupaten Kotawaringin Barat. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Sebanyak 56 aparatur sipil negara (ASN) yang terdiri dari guru, kepala sekolah, dan pengawas jenjang TK, SD, hingga SMP mengikuti kegiatan penyusunan Kurikulum dan Capaian Pembelajaran Muatan Lokal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (15/4).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan berbasis kearifan lokal di daerah.

Para peserta tergabung dalam Tim Penyusun, Tim Pengembang, dan Tim Eksplorasi Muatan Lokal yang memiliki peran penting dalam merumuskan arah pendidikan kontekstual.

Penyusunan ini sekaligus menjadi implementasi dari Peraturan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 24 Tahun 2024 tentang Muatan Lokal, yang menekankan pentingnya integrasi budaya daerah dalam sistem pendidikan formal.

Pasang Iklan

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15 hingga 16 April 2026, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Muhammad Alamsyah.

“Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan muatan lokal yang relevan, melengkapi kurikulum nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” urai Alamsyah.

Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah menurunnya tingkat keterikatan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Alpha, terhadap budaya lokal. Hal tersebut dinilai sebagai dampak dari belum optimalnya proses transfer pengetahuan budaya di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Bidang Kebudayaan yang memiliki Data Pokok Kebudayaan (Dapobud). Data tersebut dinilai dapat menjadi sumber penting dalam menggali potensi budaya daerah yang kemudian dirumuskan menjadi materi muatan lokal yang sistematis dan aplikatif.

Penyusunan kurikulum ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Brits Pangkalan Bun ini juga menghadirkan narasumber secara daring dan luring, guna memastikan hasil kurikulum yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Pasang Iklan

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran