website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Petani Sawit Kalteng Deklarasi Dukung Tata Kelola Sawit Nasional dan Wujudkan Kemitraan Unggul

Wagub Kalteng, Edy Pratowo sampaikan apresiasi Apkasindo dalam mendukung petani sawit Kalteng lebih sejahtera. (Redha)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Petani sawit dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) mendeklarasikan komitmennya untuk mendukung tata kelola perkebunan sawit nasional berbasis kemitraan dalam acara “Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Petani Sawit” yang digelar oleh APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Kalimantan Tengah. Acara tersebut mengusung tema Menuju Petani Sawit yang Unggul, Bermartabat dan Sejahtera, dan dilaksanakan di Palangka Raya, Selasa 29 Juni 2025.

Ketua Panitia, Samosir, dalam laporannya menyampaikan harapan agar melalui kegiatan ini terjalin kemitraan antara APKASINDO dengan pemerintah serta mendorong kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Kami berharap kemitraan ini juga dapat membuka akses beasiswa bagi anak petani serta pembiayaan tanpa agunan hingga Rp100 juta melalui kerja sama dengan BRI untuk mendukung petani sawit menjadi lebih maju,” ujar Samosir.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Pembina Daerah APKASINDO, Pandiangan, menekankan pentingnya program beasiswa, penguatan bibit unggul, serta pengelolaan kebun sawit yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pasang Iklan

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPD APKASINDO Kalteng, Gulat Manurung, menyebut bahwa Kalimantan Tengah memiliki peran strategis dalam pembangunan sawit nasional.

“Kalteng harus menjadi miniatur sawit Indonesia. Kita harus bersatu, membangun pabrik sawit sendiri, dan mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif. Jangan hanya menjual TBS (tandan buah segar), tapi kelola sendiri,” tegas Gulat.

Gulat juga menyoroti ketimpangan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Kalimantan Tengah dibandingkan daerah lain dengan luas lahan sawit yang lebih kecil. “Ini harus dikaji ulang karena kurang adil,” ujarnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah yang hadir mewakili Gubernur menyampaikan dukungan penuh kepada APKASINDO. Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalteng siap mempersiapkan sumber daya manusia dan merangkul petani sawit untuk menuju kemandirian dan legalitas usaha.

“Saat ini Kalteng memiliki 3,1 juta hektare lahan sawit. Potensi sawit bisa mencapai Rp1,8 triliun. Kami dorong kegiatan APKASINDO melakukan sertifikasi legalitas agar petani tidak bermasalah hukum dan hasil panen dapat dijual secara sah,” ungkapnya.

Edy Juga menegaskan bahwa hasil yang diproduksi oleh kalteng akan kebutuhan minyak itu di posisi tinggi diatas rata rata daerah lainnya hal ini dipandang kedepannya akan terus dioptimalkan.

Pasang Iklan

“Dalam rapat koordinasi di Kalimantan Timur beberapa waktu yang lalu kalteng memang berpotensi sebagai penghasilan sawit terbesar dimana saat ini di peringkat dua dalam menghasilkan minyak sawit,” tuturnya.

Dalam momen penting itu, para petani sawit mendeklarasikan lima poin tuntutan, termasuk penguatan tata kelola kemitraan, jalur afirmasi terhadap petani, serta perlunya keterlibatan Pemprov dan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui skema pembiayaan dan stabilisasi harga.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Perkebunan, Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, HIPMI, Danrem, Kapolda, dan Dinas Kehutanan.

Penulis: Redha
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran