website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Profil Dr Tari Budayanti Usop: Akademisi Arsitektur Dayak yang Kini Maju di Pilrek UPR

Dr. Tari Budayanti Usop saat diwawancarai. (And)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kontestasi pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026-2030 mulai diramaikan sejumlah figur akademisi. Salah satunya Dr. Tari Budayanti Usop, ST., MT yang resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor, Selasa (26/5/2026).

Akademisi asal Palangka Raya itu dikenal sebagai dosen sekaligus peneliti yang konsisten mengangkat isu arsitektur Dayak, tata ruang adat, hingga pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

Tari lahir di Palangka Raya pada 13 Juli 1977. Saat ini ia menjabat sebagai Lektor Kepala pada Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota serta Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UPR.

Perjalanan akademiknya ditempuh di sejumlah perguruan tinggi ternama. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Arsitektur di Universitas Warmadewa pada 2001, melanjutkan Magister Teknik Pembangunan Kota di Universitas Diponegoro pada 2004, hingga meraih gelar doktor Ilmu Arsitektur dan Perencanaan di Universitas Gadjah Mada pada 2023.

Pasang Iklan

Di lingkungan kampus, Tari bukan sosok baru dalam dunia kepemimpinan akademik. Ia pernah menjabat Ketua dan Sekretaris Jurusan Arsitektur UPR periode 2010-2014 serta dipercaya memimpin Laboratorium Perkembangan Arsitektur dan Arsitektur Tradisional Dayak.

Selain aktif mengajar, Tari juga terlibat dalam organisasi profesi. Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Arsitek Indonesia sejak 2006 dan anggota Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia sejak 2024.

Dalam aktivitas sosial kemasyarakatan, Tari dipercaya menjadi Ketua Lembaga Perempuan Dayak Daerah (LPDD) Kota Palangka Raya periode 2023-2028.

Konsistensinya di bidang riset terlihat dari sejumlah penelitian yang dipimpinnya. Pada 2026-2028, Tari memimpin penelitian BRIN terkait digitalisasi arsitektur Dayak sebagai penerapan pengaturan bangunan ornamen khas Kalteng.

Ia juga aktif meneliti isu mitigasi komunitas adat, tata ruang kawasan sungai, hingga pengembangan arsitektur berbasis budaya lokal Dayak.

Sejumlah karya ilmiahnya telah dipublikasikan dalam jurnal nasional maupun internasional. Salah satunya artikel berjudul Disempowering Traditional Spatial Arrangement of Dayak Community: A Case Study of Tumbang Marikoi Village, Central Kalimantan, Indonesia yang terbit di jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 pada 2022.

Pasang Iklan

Tak hanya itu, Tari juga terlibat menulis sejumlah buku, di antaranya Dayak Architectural Heritage: The Diversity of Architecture and Historical Traces (2024) dan Kota, Sungai, dan Keberlanjutan: Perspektif Arsitektur dan Budaya (2025).

Dalam pencalonannya sebagai rektor, Tari mengusung visi menjadikan UPR sebagai perguruan tinggi integralistik, berbudaya, dan berlandaskan Pancasila yang unggul, berdaya saing global, serta berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, UPR memiliki modal besar menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kekayaan lokal Kalimantan Tengah, mulai dari hutan tropis, lahan gambut, daerah aliran sungai, hingga budaya masyarakat Dayak.

“UPR harus mampu menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran