website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Perubahan Iklim jadi Tantangan, Syauqie Dorong Petani-Nelayan Kuasai Literasi Cuaca di Kalteng

Abduh Hamid Koli Hobol selaku tenaga ahli Anggota DPR RI Komisi V dari dapil Kalteng, Muhammad Syauqie saat menerima cinderamata dari BMKG. (And)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Anggota DPR RI Komisi V dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Syauqie, mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Syauqie, pelaksanaan kedua program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman petani dan nelayan terhadap informasi cuaca dan iklim, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan keselamatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan.

Apresiasi itu disampaikan melalui sambutan tertulis Syauqie yang dibacakan tenaga ahlinya, Abduh Hamid Koli Hobol, dalam kegiatan SLI Tematik dan SLCN 2026 di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Senin, 26 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut bersama Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat tersebut mengusung tema “Penguatan Literasi Iklim untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kalimantan Tengah”.

Pasang Iklan

Syauqie menilai, peningkatan literasi iklim semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim yang berdampak terhadap pola hujan, kondisi cuaca ekstrem, angin kencang, hingga gelombang tinggi di perairan.

whatsapp image 2026 10 26 at 19.12.45
Foto bersama pembukaan SLI Tematik dan SLCN 2026 di Kalteng untuk memperkuat literasi iklim petani dan nelayan. (And)

Menurutnya, perubahan kondisi cuaca dapat memengaruhi hasil pertanian maupun aktivitas penangkapan ikan. Karena itu, petani dan nelayan perlu memiliki kemampuan untuk memahami serta memanfaatkan informasi meteorologi dan klimatologi dalam mengambil keputusan di lapangan.

“Penyelenggaraan SLI dan SLCN secara bersamaan merupakan langkah strategis yang sangat tepat dalam meningkatkan literasi iklim dan cuaca masyarakat di Kalimantan Tengah,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Politisi PAN itu menegaskan, sektor pertanian dan perikanan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, menyediakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian daerah. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur.

Syauqie berharap peserta SLI dapat menerapkan pengetahuan iklim untuk menentukan pola tanam, meminimalkan risiko gagal panen, dan mengoptimalkan hasil pertanian. Sementara itu, peserta SLCN diharapkan semakin memahami informasi cuaca maritim dan tinggi gelombang sebelum melaut.

Ia juga mengingatkan nelayan agar mempersiapkan perlengkapan keselamatan dan mengutamakan keselamatan diri sebelum melakukan aktivitas di perairan.

Pasang Iklan

Menurut Syauqie, informasi cuaca dan iklim tidak cukup hanya tersedia melalui stasiun pemantauan maupun aplikasi digital. Informasi tersebut harus dipahami dan digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan, terutama petani dan nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam sambutannya, ia turut menegaskan komitmen Komisi V DPR RI untuk terus mendorong peningkatan kualitas layanan informasi BMKG, penguatan sistem peringatan dini, serta perluasan edukasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara BMKG, pemerintah daerah, instansi terkait, kelompok tani, dan nelayan agar manfaat program tersebut dapat dirasakan lebih luas.

“Kami berharap para peserta tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk kepentingan pribadi, tetapi juga membagikannya kepada kelompok tani dan nelayan lainnya,” ujar Syauqi.

Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi perubahan cuaca dan iklim, sekaligus mendukung ketahanan pangan serta keselamatan petani dan nelayan di Kalimantan Tengah.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!