INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Penguatan pertanian di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak cukup hanya dengan menambah produksi di lahan. Ketersediaan alat, penerapan teknologi, pengembangan perikanan, serta kemampuan kelompok masyarakat mengelola usaha menjadi bagian dari rantai yang perlu diperkuat secara bersamaan. Hal itu menjadi perhatian Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalteng, Bambang Purwanto.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui dukungan sarana produksi bagi kelompok masyarakat di sejumlah wilayah Kalteng. Bantuan yang disalurkan mencakup Traktor Roda Empat (TR 4) untuk kelompok tani dan fasilitas kolam bioflok untuk pengembangan budi daya ikan air tawar.
Dukungan terhadap mekanisasi diberikan kepada KST (Kerukunan Sedulur Tani) di Kecamatan Jekan Raya dan Kelompok Tani Sejahtera di Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya. Traktor tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam pengolahan lahan dan mempercepat pekerjaan di lapangan.
Bagi petani, pengolahan lahan merupakan salah satu mata rantai penting sebelum proses produksi berlangsung. Ketersediaan alat mesin pertanian dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pekerjaan manual sekaligus membuat pengelolaan lahan lebih efisien.
Namun rantai pangan tidak berhenti pada tanaman pangan. Bambang juga mendorong pengembangan subsektor perikanan sebagai bagian dari pertanian dalam arti luas melalui bantuan kolam bioflok.
Fasilitas bioflok disalurkan kepada Yayasan Pendidikan Islam Bataguh di Kabupaten Kapuas, Pondok Pesantren Kahayan Hilir di Kabupaten Pulang Pisau, serta KUB A’manshurin di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan budi daya ikan air tawar pada lahan yang tersedia. Bagi kelompok penerima, kegiatan perikanan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan pangan, tetapi juga membuka ruang bagi pengembangan usaha produktif.
Bambang melihat penguatan pertanian perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh. Sarana produksi menjadi bagian awal, sementara pemanfaatan teknologi, kemampuan pengelolaan kelompok dan keberlanjutan usaha menjadi mata rantai berikutnya.
“Karena itu, bantuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas yang diterima kelompok. Traktor maupun kolam bioflok harus dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat mendukung kegiatan produksi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ucap mantan Wakil Bupati Kobar tersebut, Senin (28/9/2026).
Dalam konteks Kalteng, penguatan rantai pertanian juga berkaitan dengan potensi daerah yang luas. Tanaman pangan dan perikanan dapat dikembangkan secara beriringan sesuai karakteristik wilayah dan kemampuan masyarakat yang mengelolanya.
Bambang mendorong agar kelompok tani, pembudidaya ikan, lembaga pendidikan dan masyarakat dapat menjadi bagian dari pengembangan sektor pangan tersebut.
“Dukungan sarana perlu diikuti pengelolaan yang baik agar produktivitas dapat terus berkembang,” katanya.
Penguatan pertanian tidak hanya diukur dari banyaknya bantuan yang disalurkan. Yang lebih penting adalah bagaimana sarana tersebut bekerja di lapangan, meningkatkan produksi, membuka peluang usaha dan memperkuat posisi masyarakat sebagai pelaku utama sektor pangan.
Melalui dukungan terhadap mekanisasi dan budi daya perikanan, Bambang berupaya memperkuat sejumlah mata rantai pertanian Kalteng. Dari lahan hingga produksi pangan, setiap bagian diharapkan saling terhubung dan memberi manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian