INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Nilai-nilai kebangsaan dinilai semakin penting untuk diperkuat di tengah perubahan zaman. Kapoksi Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, H. Alifudin, S.E., M.M., mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan Empat Pilar MPR RI sekadar pengetahuan, tetapi menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan Alifudin saat menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gold In Sampit, Kotawaringin Timur, Senin, 1 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan.
Peserta yang hadir antara lain kader PKS se-Kotawaringin Timur, guru dan tenaga pendidik, mahasiswa, pelaku UMKM, serta unsur masyarakat lainnya.
Menurut Alifudin, Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi penting dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempatnya mencakup Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Empat Pilar MPR RI adalah fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika pilar ini dipahami dan diamalkan pada setiap sendi kehidupan, maka bangsa Indonesia akan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” ujar Alifudin.
Dia menilai penguatan wawasan kebangsaan tidak bisa dilakukan hanya sekali. Perubahan sosial dan perkembangan zaman membuat generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Karena itu, menurut Alifudin, pendidikan memiliki posisi penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Guru dan tenaga pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter peserta didik.
Hal serupa berlaku bagi mahasiswa dan masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari kelompok yang menjaga persatuan serta menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
Sosialisasi tersebut juga diwarnai dengan diskusi mengenai penguatan karakter generasi muda. Salah seorang peserta, Alfiyan, bahkan mengusulkan agar nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan mendapat ruang tersendiri dalam kurikulum pendidikan.
Menurut Alfiyan, pendidikan kebangsaan yang diberikan secara berkelanjutan dapat membantu generasi muda memahami pentingnya persatuan, menjaga keberagaman, serta memiliki wawasan kebangsaan yang lebih kuat.
Dia berharap gagasan tersebut dapat diterapkan secara lebih luas, khususnya di Kotawaringin Timur. Dengan begitu, pendidikan tidak hanya menghasilkan generasi yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.
Alifudin berharap sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.
“Kalau nilai-nilai ini benar-benar diamalkan, maka perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah. Justru menjadi kekuatan untuk menjaga Indonesia tetap utuh,” tegasnya. (**)
Editor: Andrian