INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Peristiwa kecelakaan air kembali terjadi di wilayah perairan Sungai Katingan, tepatnya di DAS Subur Indah dan Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Sebuah imbal sayur milik Muhlisin yang tengah dalam perjalanan dari Pegatan menuju Desa Subur Indah dilaporkan tenggelam setelah diduga mengalami oleng hebat di alur sungai. Imbal tersebut dinakhodai langsung oleh Muhlisin dengan membawa delapan penumpang.
Selain penumpang, perahu itu juga mengangkut 40 dus air mineral serta 30 jeriken bahan bakar jenis pertalite.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar 700 meter dari muara DAS Katingan saat imbal memasuki alur Subur Indah dan Jaya Makmur.
Di lokasi tersebut, perahu diduga berselisih dengan sebuah long boat yang melintas dari arah berlawanan. Gelombang yang timbul membuat imbal kehilangan keseimbangan, oleng ke sisi kanan, lalu karam.
Menurut Dirpolairud Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Dony Eka Putra melalui KBO Ditpolairud Polda Kalteng Kompol Masri akibat kejadian tersebut, seorang penumpang bernama Sri Utami (50), warga Desa Subur Indah, tenggelam dan tidak berhasil diselamatkan.
Tim gabungan dari Mako Ditpolairud Perwakilan Pegatan, Polsek Katingan Kuala, Pos AL Pegatan, Satpolairud Polres Katingan, karyawan PT PUM, serta masyarakat Desa Subur Indah dan Jaya Makmur segera melakukan pencarian.
“Sekitar pukul 19.08 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah ditemukan tersangkut di dalam imbal setelah perahu berhasil ditarik ke tepi sungai menggunakan perahu milik warga,” jelas Masri.
Dari analisa awal di lapangan, tidak tersedianya pelampung bagi penumpang serta dugaan kelebihan muatan menjadi faktor risiko yang memperparah situasi. Selain itu, korban diketahui tidak dapat berenang sehingga sulit menyelamatkan diri saat perahu karam.
“Petugas telah mendatangi tempat kejadian perkara, mencatat keterangan saksi dan motoris, serta membantu proses evakuasi,” ungkap Masri.
Aparat mengimbau masyarakat pengguna transportasi sungai agar selalu memperhatikan kapasitas muatan dan melengkapi perjalanan dengan alat keselamatan guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
Editor: Andrian