INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam mencegah dan menangani penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden saat membacakan sambutan Gubernur Agustiar Sabran pada peresmian Gedung Rehabilitasi NAPZA Terpadu Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei, Rabu, 15 Juli 2026.
Linae mengatakan, penyalahgunaan NAPZA bukan hanya persoalan kesehatan. Dampaknya juga mengancam ketahanan keluarga, kehidupan sosial, dan masa depan generasi muda. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Penyalahgunaan NAPZA tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan keluarga, ketahanan sosial, dan kualitas generasi bangsa. Karena itu, penanganannya memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan rehabilitasi sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak. Keluarga, masyarakat, sekolah, tokoh agama, hingga tokoh adat memiliki peran penting dalam membantu penyintas kembali menjalani kehidupan yang normal.
“Penyalahgunaan NAPZA adalah musuh bersama. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama yang holistis dalam pencegahan, edukasi, pengobatan, pendampingan, hingga reintegrasi sosial,” katanya.
Linae juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar agar tidak ada korban penyalahgunaan narkoba yang terabaikan.
“Jangan biarkan ada pihak yang terabaikan. Lindungi keluarga kita, lindungi anak-anak kita, dan bangun lingkungan yang sehat bagi generasi penerus,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran Gedung Rehabilitasi NAPZA Terpadu di RSJ Kalawa Atei menjadi salah satu bentuk komitmen Pemprov Kalteng dalam memperkuat layanan rehabilitasi sekaligus mendukung upaya penyelamatan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Selain meresmikan gedung rehabilitasi, RSJ Kalawa Atei juga meluncurkan layanan SOBAT KALAWA (Siap Antar Obat Kalawa Atei) untuk memudahkan distribusi obat kepada pasien di wilayah Kota Palangka Raya sehingga pengobatan dapat berlangsung lebih berkesinambungan.
Editor: Andrian