website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Pemkab Kobar Gelar MoU Collaborative Governance dengan PBS

Pj Bupati Kobar Anang Dirjo melakukan penandatangan MoU. (Istimewa)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar penandatanganan MoU dan Focus Group Discussion (FGD), dengan pihak manajemen Perkebunan Besar Swasta (PBS) dan perusahaan lainnya, dalam kerjasama perencanaan pembangunan kolaboratif (Collaborative Governance), di Aula Bappeda Kobar, Senin, (12/9/2022).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Pj Bupati Kobar Anang Dirjo, Sekda Kobar Suyanto, Kepala Bappeda Kobar Juni Gultom, para Asisten Setda Kobar, Kepala SKPD, Direktur Perusahaan dan Kepala Perbankan, ini dilakukan penandatanganan 2 MoU yaitu dengan Pimpinan PT. Bumi Tama Guna Jaya Abadi (BGA) dan Pimpinan LPP Enter Pangkalan Bun.

Kegiatan yang digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kobar tersebut, merupakan upaya Pemkab Kobar menggandeng perusahaan, untuk saling berkoordinasi dan bersinergi dalam penyelenggaraan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kobar.

Pj Bupati Kobar Anang Dirjo menyampaikan apresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Dan atas kehadiran parak pihak perusahaan ini, tentu sebagai wujud keseriusan untuk berkontribusi, dan berkolaborasi dengan Pemkab Kobar dalam pembangunan daerah, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan/Corporate Social Responsibility (CSR) nya.

Pasang Iklan

“Kita ingin lebih memperkuat pendekatan pembangunan daerah di Kobar ini, dengan pendekatan Collaborative Governance, yaitu adanya kolaborasi antar sektor publik dan nonpublik atau privat dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ungkap Anang Dirjo.

Ia berharap, kontribusi dan kolaborasi melalui Collaborative Governance ini terus berkelanjutan dan semakin besar cakupannya, dalam rangka mewujudkan agenda-agenda prioritas pembangunan Pemerintah Daerah. Seperti pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan PDRB, peningkatan indeks pembangunan manusia, pengurangan angka kemiskinan ekstrem, peningkatan nilai tukar petani, dan lain-lain.

“Dalam membangun daerah itu tidak bisa hanya sendiri, tetapi harus juga menggandeng pihak lain. Jadi harus bersama-sama dan bersinergi,” tutur Anang Dirjo.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kobar Juni Gultom menyampaikan, bahwa ada sebanyak 38 perusahaan yang diundang dalan agenda tersebut. Diharapkan melalui program Collaborative Governance, sinergi antara Pemkab Kobar dan pihak swasta semakin kuat untuk memajukan daerah.

Kemudian, Juni Gultom juga mengungkapkan, bahwa rapat-rapat koordinasi di tingkat teknis sudah dilaksanakan, dan sudah sampai pada penyusunan kamus usulan, dan kamus usulan ini sementara disebut kamus usulan ‘BAHAUM CSR’.

Jadi, usulan CSR dari setiap perusahaan di masing-masing wilayah sasaran, menjadi bahan untuk diintegrasikan dalam rangkaian tahapan penyusunan Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Pasang Iklan

“Semoga kontribusi dan kolaborasi ini menjadi salah satu wujud nyata untuk mewujudkan Collaborative Governance, dalam menyelesaikan permasalahan dan pencapaian target indikator pembangunan daerah kita,” pungkas Anang Dirjo.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran