INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Suasana Kota Manis Pangkalan Bun berubah semarak dengan kehadiran ribuan peserta dari seluruh Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam pembukaan Pekan Daerah (PEDA) Petani-Nelayan ke-14 yang digelar sejak 2 hingga 7 Agustus 2025. Kegiatan akbar ini menjadi momentum penting bagi para petani dan nelayan untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jaringan, sekaligus merumuskan strategi dalam menghadapi tantangan pangan masa depan.
Bupati Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah dalam sambutannya menyambut hangat seluruh peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. “Bunda merasa terhormat karena Kabupaten Kotawaringin Barat dipercaya menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. Pangkalan Bun adalah kota yang terbuka dan ramah, mari rasakan kenyamanan dan keindahannya,” ujar Bupati dengan pantun pembuka yang menyegarkan suasana.
Lebih lanjut, Hj. Nurhidayah menegaskan bahwa Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan wilayah strategis dengan dukungan infrastruktur dan konektivitas yang mumpuni. Didukung Bandara Iskandar, Pelabuhan Panglima Utar, dan destinasi unggulan seperti Tanjung Puting serta Pantai Kubu, Kobar tidak hanya menjadi motor ekonomi di sektor pertanian dan perikanan, tapi juga sektor pariwisata. “Kami terus mendorong pemberdayaan UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang turut menopang sektor ini,” tegasnya.
Gubernur Agustiar Sabran, yang hadir dan membuka acara secara resmi pada 2 Agustus 2025, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya ketahanan pangan dan peran petani-nelayan lokal dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “PEDA ini bukan ajang seremonial semata, tapi sarana strategis dalam memperkuat kapasitas petani dan nelayan kita dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis pangan,” ujar Gubernur.
Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas tani sebagai fondasi dalam membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan. “Pertanian bukan sekadar soal ekonomi, melainkan juga menyangkut martabat dan masa depan bangsa. Pemerintah daerah akan terus hadir memperkuat akses teknologi, modal, dan pasar bagi petani kita,” katanya.
Menyambut penyelenggaraan PEDA ini, Gubernur berharap agar Kalimantan Tengah kembali mengukir prestasi dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) KTNA di Gorontalo tahun 2026 mendatang. “Kita pernah juara umum di Padang pada 2023. Mari kita buktikan kembali bahwa petani dan nelayan Kalimantan Tengah mampu bersaing di level nasional,” serunya dengan penuh optimisme.
Acara pembukaan ditutup dengan semangat persaudaraan dan tekad bersama untuk membangun Kalimantan Tengah yang lebih berkah, maju, dan sejahtera. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Gubernur H. Agustiar Sabran secara resmi membuka Pekan Daerah XIV Petani-Nelayan Tahun 2025, disambut riuh tepuk tangan peserta dan undangan yang memenuhi halaman utama lokasi kegiatan di Pangkalan Bun.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian