website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Panas El Nino Bawa Berkah, Petani Semangka Sei Bakau Raup Cuan Miliaran

Petani Semangka di Sei Bakau. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Cuaca panas di tengah fenomena El Nino ternyata membawa berkah bagi petani semangka di Desa Sei Bakau, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Saat sejumlah tanaman menghadapi tekanan akibat kondisi panas dan minimnya air, semangka justru mampu tumbuh dan menghasilkan keuntungan bagi petani.

Ketua KTNA Kabupaten Kotawaringin Barat sekaligus Ketua KTNA Kalimantan Tengah, Syahrian, mengatakan pasokan air untuk tanaman semangka di Sei Bakau hingga kini masih terpenuhi. Sistem pengairan semangka dinilai berbeda dengan tanaman lain, terutama jagung yang justru terdampak kondisi cuaca saat ini.

“Khusus semangka berbeda cerita, justru menuai berkah dengan kondisi saat ini. Sejauh ini suplai air masih terpenuhi karena sistem pengairan semangka berbeda dengan tanaman lain, terutama jagung yang nasibnya berbalik 180 derajat,” kata Syahrian, Jumat (14/8/2026).

Menurut Syahrian, luas tanaman semangka di Sei Bakau kini mencapai sekitar 50 hektare. Rata-rata petani menggarap lahan lebih dari satu hektare, dengan potensi produksi sekitar 25-30 ton semangka per hektare.

Pasang Iklan

Dengan harga jual berkisar Rp8.000-Rp11.000 per kilogram, omzet kotor dari satu hektare berpotensi mencapai Rp200 juta-Rp330 juta. Jika dikalkulasikan pada luasan 50 hektare, nilai produksi semangka dapat menembus Rp10 miliar hingga Rp16,5 miliar dalam satu musim panen.

Modal budidaya diperkirakan sekitar Rp50 juta per hektare. Dengan hitungan sederhana, keuntungan setelah dikurangi modal berpotensi mencapai Rp150 juta-Rp280 juta per hektare. Jika seluruh lahan menghasilkan sesuai potensi, keuntungan keseluruhan bisa berada di kisaran Rp7,5 miliar hingga Rp14 miliar.

Namun, hasil tersebut tidak datang begitu saja. Budidaya semangka membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, mulai pengolahan lahan, pembibitan, penanaman hingga perawatan. Pada semangka nonbiji, proses polenasi atau penyerbukan bunga jantan ke bunga betina menjadi salah satu tahapan penting yang menentukan keberhasilan panen.

Syahrian mengaku bangga karena mayoritas proses budidaya dilakukan masyarakat lokal Sei Bakau. Warga yang sebelumnya dikenal sebagai nelayan kini mampu beradaptasi dengan sektor pertanian dan menjadikan semangka sebagai sumber pendapatan baru.

“Pembelinya juga datang dari berbagai daerah. Selain lokal, ada yang dari Pontianak sampai Surabaya. Ini menunjukkan semangka Sei Bakau memiliki pasar dan potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat,” ujar Syahrian.

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Pasang Iklan

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!