website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Karhutla Kobar Makin Mengkhawatirkan, 622 Hektar Lahan Terbakar

Petugas saat memadamkan karhutla di Kobar. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus meningkat. Hingga 13 Agustus 2026, tercatat 168 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 622,1 hektare.

Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya jumlah titik panas. Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 379 titik panas sepanjang 2026 hingga 13 Agustus, dengan 252 titik di antaranya terdeteksi pada Agustus.

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel, Jumat (14/8/2026), mengatakan peningkatan aktivitas karhutla menjadi perhatian serius. Pemantauan terus dilakukan untuk mendeteksi titik panas dan potensi kebakaran sedini mungkin.

“Deteksi dini sangat penting. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi bagaimana potensi kebakaran bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti,” kata Samuel.

Pasang Iklan

Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kobar, Arut Selatan menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 85 kejadian, disusul Kecamatan Kumai sebanyak 59 kejadian. Dari sisi luasan, Arut Selatan juga paling terdampak dengan sekitar 413,56 hektare lahan terbakar, sementara Kumai mencapai 110,23 hektare.

Samuel mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi kemarau dan lahan yang semakin kering. Aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk pembakaran lahan, harus dihindari.

Menurutnya, kecepatan informasi menjadi salah satu kunci dalam mengendalikan karhutla. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat bergerak sebelum api meluas.

Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Adnan Santana mengatakan kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar. Karena itu, pemantauan dan respons cepat terus dilakukan bersama tim gabungan.

Adnan juga mengingatkan warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Angin dan kondisi kering dapat membuat api yang awalnya kecil berkembang cepat dan sulit dikendalikan.

Dengan 379 titik panas, 168 kejadian karhutla dan 622,1 hektare lahan terbakar, ancaman karhutla di Kobar masih tinggi. BPBD mengajak seluruh masyarakat ikut mencegah kebakaran dan segera melaporkan setiap kemunculan api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Pasang Iklan

Penulis: Yusro
Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!