INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Faktor iklim menjadi perhatian serius dalam upaya pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2026.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng secara daring, Kamis, 22 Januari 2026.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Provinsi Kalteng, Anton Budiyono, memaparkan kondisi cuaca dan iklim yang perlu diantisipasi. Menurutnya, terdapat potensi terjadinya fenomena el Nino lemah pada tahun 2026.
“BMKG memprediksi el Nino lemah berpotensi terjadi pada tahun 2026 dan musim kemarau berpotensi sifatnya sebagian di bawah normal,” ujar Anton.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tetap memerlukan peningkatan kesiapsiagaan seluruh pihak. Anton menjelaskan, perubahan pola iklim dapat memicu kondisi kering di sejumlah wilayah dan meningkatkan risiko kebakaran.
Oleh karena itu, data dan informasi iklim dari BMKG diharapkan menjadi dasar dalam menyusun langkah antisipasi karhutla.
Menanggapi hal tersebut, BPBD Provinsi Kalteng menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. BPBD juga mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk aktif memantau perkembangan cuaca dan iklim.
Langkah ini dinilai penting agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. BPBD Kalteng berharap sinergi yang terbangun mampu mewujudkan Kalteng bebas kabut asap dan karhutla terkendali.
“Bersama, kita ingin menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera,” demikian komitmen yang disampaikan dalam rapat tersebut.
Editor: Andrian