website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Kalteng Masih Dibayangi Hujan Lebat hingga 5 Juni

Ilustrasi Hujan. (iStock)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut memprakirakan sebagian wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan. Prakiraan tersebut berlaku untuk periode 30 Mei hingga 5 Juni 2026.

Berdasarkan prakiraan cuaca mingguan yang dirilis BMKG, sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang, terutama pada daerah bagian utara provinsi tersebut.

Untuk periode 30 Mei hingga 1 Juni 2026, wilayah yang berpotensi terdampak hujan sedang hingga lebat meliputi Katingan bagian utara, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Kapuas bagian utara.

Sementara itu, pada periode 2 hingga 5 Juni 2026, potensi hujan lebat diprakirakan meluas ke wilayah Kotawaringin Barat, Sukamara, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Murung Raya, Barito Utara, Kapuas, serta Pulang Pisau.

Pasang Iklan

BMKG menjelaskan kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya awan-awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah. Keberadaan belokan angin dan daerah konvergensi di Kalimantan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan peluang pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sejumlah perairan Indonesia turut meningkatkan proses penguapan dan pasokan uap air ke atmosfer. Kondisi tersebut menjadi sumber energi bagi pembentukan awan hujan, khususnya pada siang hingga malam hari.

Secara umum, cuaca di Kalimantan Tengah selama sepekan ke depan diprakirakan didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 5 sampai 20 kilometer per jam.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lokal berintensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi dalam durasi singkat. Kondisi tersebut berpotensi disertai petir, angin kencang, bahkan puting beliung di beberapa wilayah.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, cuaca ekstrem juga dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Oleh karena itu, warga yang tinggal di daerah rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan.

Untuk wilayah pesisir dan perairan selatan Kalimantan Tengah, BMKG memprakirakan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter atau berada pada kategori rendah hingga sedang. Meski demikian, nelayan dan masyarakat pesisir tetap diminta berhati-hati karena pertumbuhan awan Cumulonimbus dapat memicu angin kencang dan meningkatkan tinggi gelombang secara tiba-tiba.

Pasang Iklan

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Perhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta antisipasi dampak yang mungkin terjadi seperti banjir, genangan, longsor, dan pohon tumbang,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Ika Priti.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Ikuti Saluran
error: Content is protected !!