INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Museum Perjuangan yang berada di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) bawah Bundaran Besar, Palangka Raya, kini dibuka khusus setiap Sabtu dan Minggu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, mengatakan sebelumnya museum tersebut dibuka setiap hari. Namun saat ini operasionalnya diatur kembali menyesuaikan faktor penjagaan dan standar operasional.
“Tadinya tiap hari, tapi melihat faktor yang lain, penjagaan, SOP-nya, dan kita buka Sabtu dan Minggu,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 11 Mei 2026.
Museum yang berada di bawah kawasan bundaran itu menyimpan berbagai benda budaya dan peninggalan leluhur masyarakat Kalteng.
Juni menjelaskan, isi museum didominasi koleksi budaya lokal, mulai dari Sapundu hingga berbagai benda peninggalan nenek moyang.
“Ya, jadi peninggalan-peninggalan budaya nenek moyang kita, termasuk Sapundu, termasuk benda-benda budaya kitalah,” katanya.
Keberadaan museum tersebut juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan budaya Kalteng kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan luar daerah.
Hingga saat ini, masyarakat masih bisa mengunjungi museum tersebut secara gratis tanpa dikenakan tiket masuk.
“Sampai sekarang masih gratis,” tutur Juni.
Editor: Andrian