website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Miris! Tak Ada Akses Jembatan, Guru dan Murid di Belu Terobos Banjir untuk ke Sekolah

TEROBOS – Guru dan Murid SDK Lewautolus nekat terobos banjir untuk ke sekolah. (Istimewa)

INTIMNEWS.COM, ATAMBUA – Puluhan siswa SDK Lewalutolus yang berdomisili di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu terpaksa harus berenang menyeberangi sungai yang cukup dalam saat musim penghujan tiba.

Hal ini lantaran tidak ada jembatan yang bisa mereka lewati, yang mana tentu sangat berisiko tinggi. Terlebih saat musim hujan, air sungai mulai berarus dan sewaktu-waktu bisa meluap.

Dari pantauan awak media, terdapat dua titik sungai yang harus dilewati tanpa jembatan penghubung. Sehingga para guru dan murid harus melewati saat banjir.

Kepala Sekolah SDK Lewalutolus, Anggelina Hari mengakui bahwa para siswa harus terlambat datang ke sekolah dan bahkan tidak ke sekolah saat musim hujan karena ketinggian air di sungai meningkat atau mengalami banjir.

Pasang Iklan

“Saat musim hujan, ketinggian air di Kali Lewalutolus, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan bahkan terjadi banjir sehingga mereka terpaksa terlambat dan bahkan meliburkan diri,” kata Kepsek SDK Laninis Anggelina Hari, Kamis, 24/02/2022.

TEROBOS – Guru dan Murid SDK Lewautolus nekat terobos banjir untuk ke sekolah. (Istimewa)

Dia mengatakan bahwa hal ini sering dialami pada hampir setiap tahun di musim penghujan. Berhadapan dengan kondisi yang seperti ini pihak sekolah tidak bisa memberikan sanksi dan hanya bisa memaklumi.

Selain itu, Mesak yang merupakan siswa SDK Laninis, mengatakan selama musim hujan dirinya bersama teman-temannya terpaksa harus menyeberangi sungai untuk ke sekolah.

“Bila banjir besar, saya dan teman-teman tidak ke sekolah, soalnya mau ke sekolah jalan satu-satunya harus menyeberangi banjir,” ungkapnya.

Menanggapi persoalan tersebut Dedy Lau, tokoh muda Wakil Forum Pemuda Peduli Belu (FPPB) mendesak pemerintah Kabupaten Belu untuk bisa memperhatikan kondisi jalan dan akses mereka.

“Kondisi yang dialami puluhan siswa tersebut tentunya menjadi kekawatiran kita bersama. Maka itu kami dari FPPB mendesak agar pemerintah sesegera mungkin membangun jembatan pada sungai tersebut sehingga mereka bisa merasa aman bila ke sekolah saat musim hujan,” pungkas Dedy.

Pasang Iklan

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!