INTIMNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mewajibkan seluruh penerima beasiswa LPDP angkatan 2026 mengikuti pembekalan karakter bersama TNI di Lanud Halim Perdanakusuma pada 4–9 Mei 2026.
Program ini menyasar 206 peserta jenjang magister dan doktor, baik tujuan dalam negeri maupun luar negeri. Selama lima hari, peserta akan mengikuti pembekalan di Gedung Marsekal Sukardi dengan materi penguatan pola pikir, kemandirian, disiplin, serta internalisasi nilai kebangsaan dan budaya LPDP.
“Supaya mereka tidak culture shock dan semacamnya. Termasuk disiplin. Penguatan kebangsaan juga ada,” ujar Brian, dikutip dari 20Detik, Minggu 3 Mei 2026 lalu.
Menurutnya, penanaman nilai tersebut penting agar penerima beasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk kembali ke Indonesia dan berkontribusi setelah menyelesaikan studi.
“LPDP ini butuh muatan disiplin, kerja keras, dan kebangsaan,” tuturnya.
“Supaya ketika belajar nanti, mereka punya semangat kembali dan memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa,” tambah Brian.
Terkait teknis pelaksanaan, Brian menyebut kementerian masih memfinalisasi kriteria instruktur yang akan terlibat dalam program tersebut.
“Nanti itu belum ditentukan. Tentu dari yang pernah berpengalaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M. Lukmanul Hakim, menjelaskan keterlibatan TNI difokuskan pada kegiatan luar ruang guna membangun kerja sama tim dan ketangguhan mental peserta.
“Acara outdoor ini juga telah diprogramkan dan dilaksanakan pada angkatan sebelumnya. Bukan hal baru,” kata Lukman, Sabtu 2 Mei 2026.
Meski demikian, program ini menuai keberatan dari sebagian peserta. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peserta diwajibkan menginap di tenda dan dibatasi penggunaan telepon seluler, yakni hanya satu jam per hari.
“Saya mendapat info nanti kami akan menginap di tenda, lalu tidak boleh pegang handphone selama acara. Hanya boleh satu jam sehari. Hampir semua mempertanyakan buat apa?” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.
Peserta tersebut menyebut sempat ada negosiasi terkait aturan tersebut, namun kebijakan tetap diberlakukan oleh pihak manajemen LPDP.
Selain pembekalan karakter, proses seleksi LPDP 2026 tetap mensyaratkan ambang batas kemampuan bahasa Inggris. Untuk tujuan universitas top dunia, pelamar disarankan memiliki skor di atas batas minimal guna memperoleh Letter of Acceptance (LoA) tanpa syarat.
LPDP menegaskan seluruh rangkaian seleksi dan pembekalan ini merupakan bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen kebangsaan.
Editor: Andrian