INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kinerja Bank Kalteng sepanjang 2025 mendapat perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Bank milik pemerintah daerah itu mencatat laba bersih Rp368,5 miliar dan memperkuat modal inti hingga sekitar Rp3,7 triliun.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering, menilai capaian tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan bisnis dan kelembagaan Bank Kalteng.
Menurut Yohanes, kinerja bank daerah tidak hanya berkaitan dengan pencapaian laba. Bank Kalteng juga memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bank Kalteng merupakan aset strategis milik masyarakat Kalimantan Tengah. Karena itu, perkembangan dan kinerjanya menjadi perhatian kami di DPRD,” kata Yohanes di Palangka Raya, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia mengatakan sejumlah keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 menunjukkan adanya upaya pemegang saham memperkuat fondasi perusahaan.
Salah satu perkembangan yang disorot ialah terpenuhinya ketentuan Otoritas Jasa Keuangan sehingga Bank Kalteng masuk kategori Bank Buku II. Modal inti perseroan tercatat sekitar Rp3,7 triliun.
Yohanes menilai peningkatan kapasitas permodalan tersebut membuka ruang bagi Bank Kalteng untuk mengembangkan usaha. Namun, ekspansi tetap harus dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi ekonomi.
“Kami melihat Bank Kalteng berada di jalur yang baik dalam pengembangan usaha dan penguatan kelembagaan. Kondisi ini harus dijaga dan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Selain penguatan modal, Bank Kalteng membukukan laba bersih Rp368,5 miliar pada tahun buku 2025. Dalam RUPS, pemegang saham menyepakati pembagian 50 persen laba tersebut sebagai dividen.
Adapun separuh laba lainnya dialokasikan sebagai cadangan. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus menopang rencana pengembangan usaha perseroan.
Menurut Yohanes, penambahan cadangan modal dapat meningkatkan kemampuan Bank Kalteng dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi. Langkah itu juga menjadi fondasi untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan perusahaan.
“Penguatan permodalan merupakan langkah yang baik karena dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan Bank Kalteng dalam jangka panjang,” katanya.
Di sisi lain, Yohanes memahami pemerintah daerah sebagai pemegang saham juga menghadapi tantangan fiskal. Karena itu, pengelolaan Bank Kalteng harus tetap diarahkan secara sehat agar tidak menambah beban pemerintah daerah.
Ia mengatakan DPRD Kalteng akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan strategis Bank Kalteng. Pengawasan diperlukan agar arah pengembangan perusahaan tetap sejalan dengan kepentingan pembangunan daerah.
Yohanes berharap pertumbuhan Bank Kalteng tidak berhenti pada peningkatan laba dan modal. Menurut dia, kinerja tersebut harus diterjemahkan menjadi layanan perbankan yang semakin baik serta kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.
“Kami berharap kinerja positif ini dapat dipertahankan. Dengan pertumbuhan yang sehat dan tata kelola yang baik, Bank Kalteng diharapkan semakin berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tutur Yohanes.
Editor : Maulana Kawit