INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawaringin Timur (IPMK) Palangka Raya menggelar Malam Keakraban IPMK 2026 sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun solidaritas mahasiswa asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang sedang menempuh pendidikan di Kota Palangka Raya.
Kegiatan yang berlangsung di Anjungan Kotim, Kota Palangka Raya, Sabtu (3/10/2026), tersebut mengusung tema “Merajut Tali Silaturahmi, Menumbuhkan Solidaritas, dan Menguatkan Persaudaraan Mahasiswa Kotawaringin Timur”.
Sekitar 80 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangka Raya mengikuti kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (4/10/2026) tersebut. Peserta berasal dari latar belakang kampus dan jurusan yang beragam.
Malam keakraban tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa asal Kotim untuk saling mengenal, terutama mahasiswa baru yang mulai menjalani kehidupan perkuliahan di Kota Palangka Raya.
Ketua IPMK Palangka Raya, Muhammad Syaban, mengatakan kehidupan mahasiswa di perantauan memiliki tantangan tersendiri. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan lingkungan yang dapat memberikan dukungan, baik dalam kehidupan akademik maupun dalam menghadapi berbagai persoalan selama berada jauh dari daerah asal.
Karena itu, ia berharap IPMK tidak hanya menjadi organisasi yang menjalankan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi mahasiswa Kotim di Palangka Raya.
“Malam Keakraban ini bukan sekadar agenda rutin atau ajang kumpul-kumpul biasa, melainkan momentum bagi kita untuk melepas rasa asing, merajut kembali tali silaturahmi, dan memastikan tidak ada satu pun mahasiswa Kotim di Palangka Raya yang merasa berjuang sendirian,” kata Syaban.
Ia mendorong seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan IPMK sebagai ruang bertukar gagasan, membangun relasi, serta saling membantu ketika menghadapi persoalan selama menjalani pendidikan.
Menurut Syaban, keberadaan organisasi mahasiswa daerah memiliki arti penting bagi mahasiswa yang berada di perantauan. Selain menjadi tempat berkumpul, organisasi juga dapat menjadi wadah untuk menjaga hubungan antarmahasiswa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kebersamaan.
Ia mengingatkan mahasiswa Kotim bahwa selama berada di luar daerah, mereka tidak hanya membawa identitas sebagai mahasiswa, tetapi juga membawa nama daerah asal. Karena itu, sikap, perilaku, dan kontribusi mahasiswa perlu mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Mahasiswa Kotim harus bisa saling menguatkan. Kita berada di perantauan dengan latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki daerah asal yang sama,” ujarnya.
Pesan mengenai pentingnya membangun relasi juga disampaikan alumni IPMK Palangka Raya, Mulia Gumi. Ia menilai pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian akademik.
Menurut Gumi, kemampuan membangun hubungan dengan orang lain menjadi salah satu bekal penting yang akan dibutuhkan mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Dunia perkuliahan dan dinamika zaman sekarang membutuhkan networking, rasa empati, serta solidaritas yang tinggi. Di perantauan, teman sejawat adalah keluarga terdekat kita,” kata Gumi.
Ia meminta mahasiswa tidak membatasi pertemanan berdasarkan kampus, jurusan, maupun latar belakang lainnya. Menurutnya, semakin luas relasi yang dibangun, semakin banyak pula kesempatan untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan.
Gumi juga menyampaikan bahwa alumni IPMK tetap membuka ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghadapi berbagai dinamika selama menjalani perkuliahan maupun kegiatan organisasi.
Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Tengah, Sesa Mareki, menilai organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman berorganisasi dan kemampuan kepemimpinan.
Menurut Sesa, organisasi mahasiswa daerah seperti IPMK dapat menjadi ruang kaderisasi yang memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam mengelola kegiatan, bekerja sama dalam tim, mengambil keputusan, serta berkomunikasi dengan berbagai pihak.
“Hima atau IPMK ini adalah salah satu wadah yang sangat baik untuk berorganisasi, berkumpul, dan melakukan kaderisasi-kaderisasi penting bagi mahasiswa,” ujar Sesa.
Ia mengapresiasi keberadaan IPMK yang terus memberikan ruang bagi mahasiswa asal Kotim untuk berkumpul dan mengembangkan kemampuan di luar kegiatan akademik.
Namun, Sesa mengingatkan mahasiswa agar perkembangan organisasi berjalan seiring dengan kemampuan mengikuti perkembangan informasi digital.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menyikapi arus informasi yang semakin cepat. Karena itu, kemampuan memeriksa kebenaran informasi menjadi hal penting agar mahasiswa tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Ia mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam menggunakan media digital. Informasi yang diterima, khususnya melalui media sosial, perlu diperiksa sumber dan kebenarannya sebelum dibagikan kepada orang lain.
Motivasi juga disampaikan Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Hendri Hanafi. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa keberhasilan tidak dapat diraih secara instan.
Menurut Hendri, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk mencoba, ketekunan dalam menjalani proses, serta kemauan untuk terus belajar dari berbagai kondisi yang dihadapi.
“Pemimpin dan orang sukses itu lahir bukan karena terlalu banyak tidur siang, tetapi mereka yang berani, tangguh, dan mau berjuang. Pelajari kisah orang-orang sukses, semuanya diawali dengan perjuangan dan bertarung melawan kekurangan,” kata Hendri.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk membangun kebiasaan saling membantu tanpa membedakan kondisi ekonomi, latar belakang, maupun capaian akademik.
Menurut Hendri, solidaritas antarmahasiswa akan membuat kehidupan di perantauan menjadi lebih kuat. Mahasiswa yang menghadapi kesulitan diharapkan tidak merasa sendirian karena memiliki lingkungan yang dapat memberikan dukungan.
Ia turut mengingatkan mahasiswa untuk menjaga kepercayaan orang tua. Kesempatan menempuh pendidikan di Palangka Raya merupakan tanggung jawab yang perlu dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Bagi IPMK Palangka Raya, Malam Keakraban merupakan salah satu program wajib yang diselenggarakan setiap tahun. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses penyambutan mahasiswa baru asal Kotim yang mulai bergabung dalam lingkungan IPMK.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 itu tidak hanya diarahkan sebagai ajang perkenalan. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang membangun kedekatan antarmahasiswa lintas perguruan tinggi dan memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi.
Dengan latar belakang kampus yang berbeda, mahasiswa Kotim diharapkan tetap memiliki ruang bersama untuk bertukar pengalaman, membangun jaringan, dan saling memberikan dukungan selama berada di Palangka Raya.
IPMK juga diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menjaga hubungan mahasiswa Kotim di perantauan, tetapi turut mendorong lahirnya kader-kader muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan, solidaritas, serta kepedulian terhadap daerah asal.
(Maulana Kawit)